PRM Patrang Adakan Ahad Pagi Sambil Syawwalan

KH. Kusno, MPdI, Ketua PDM Kabupaten Jember saat memberikan tausyiyah di Ahad Pagi "Al-Hidayah"
Bertempat di halaman depan serta di dalam masjid al-Hidayah Patrang, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Patrang mengadakan Ahad Pagi Al-Hidayah pada Ahad (16/7/17) tadi. Tak hanya sekedar mendengarkan tausyiyah, Ahad Pagi kali ini dijadikan ajang Syawwalan bagi warga Muhammadiyah ranting dan cabang.


Hadir sebagai pemateri adalah Ketua PDM Kabupaten Jember, KH. Kusno, MPdI. Tampak hadir pula jajaran pengurus PCM Patrang, Ketua PRM Patrang H. Samariyanto, serta puluhan warga Muhammadiyah Patrang yang sudah datang sejak pukul 06.00.


Dalam tausyiyahnya, KH. Kusno membahas mengenai peningkatan keimanan warga Muhammadiyah pasca puasa dengan berpegang pada ayat al-Qur’an salah satunya al-Ashr.


“Waktu yang singkat di dunia ini harus dijaga, sehingga hidup ini harus lebih hati-hati memanfaatkan,” ungkap KH. Kusno.


Dalam surat al-Ashr ditegaskan Allah SwT bahwa sebenarnya manusia itu merugi, kecuali bagi mereka yang beriman dan mengerjakan amal shalih. Tak cukup hanya disitu ungkap KH. Kusno, tetapi juga dilengkapi dengan perintah nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan kesabaran.


Selain itu KH. Kusno juga mengingatkan, setidaknya hadits Riwayat al-Hakim dari Ibn Abbas bisa menjadi pegangan bagi umat Muslim dalam melaksanakan langkah antisipatif singkatnya hidup di dunia. Ada 5 perkara yang perlu kita jaga sebelum datangnya lima perkara, pertama, masa mudamu sebelum masa tuamu. Kedua, waktu sehatmu sebelum datang sakitmu, ketiga, masa kayamu sebelum datang masa kekuranganmu, keempat, waktu luangmu sebelum datang masa sibukmu dan kelima, hidupmu sebelum datang kematianmu.


Di akhir tausyiyahnya, KH. Kusno mengingatkan warga Muhammadiyah tak hanya mengingat 5 hal itu, tetapi juga perlu ke-istiqomah-an dalam melaksanakan seluruh ibadah yang diperintahkan.


“Dalam Hadis Muslim dari ‘Asiyah radhiyallahu anhu kita diingatkan,   bahwa Nabi bersabda amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit,” pungkas KH. Kusno.


Pengajian yang berhasil menghimpun infaq sebesar 500 ribu rupiah ini ditutup dengan ramah tamah dan menyantap lontong yang telah disediakan. ● maghfur