National

Ads

Pengajian

'Aisyiyah

Dokumen

Persyarikatan

Selasa, 18 Februari 2020

KKN Mahasiswa UM Jember Beri Penyuluhan Perundungan dan Cara Hidup Sehat

KKN Kelompok 30 UM Jember Saat Mengadakan Penyuluhan Waspada Perundungan
di Balai Desa Suger Kidul Kecamatan Jelbuk
21 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Jember melaksanakan Kerja Kuliah Nyata (KKN) di Desa Suger Kidul Kecamatan Jelbuk. Mereka merupakan kelompok 30 UM Jember yang melaksanakan KKN sejak 27 Januari hingga 27 Februari 2020.

KKN yang dilaksanakan selama sebulan penuh itu menggunakan Balai Desa Suger Kidul sebagai basecamp. Adapun beberapa program kerja (proker) yang disusun oleh mahasiswa antara lain pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, fisik dan non-fisik. Proker pendidikan yang sudah berjalan yaitu penyuluhan tentang bullying (perundungan) melalui media sosial pada anak. Penyuluhan tersebut dihadiri oleh perwakilan siswa-siswi SD dan SMP di Desa Suger Kidul yang berjumlah 60 peserta. Acara tersebut dilaksanakan pada Rabu (12/02/2020) lalu bertempat di Balai Desa Suger Kidul. Bahkan kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Suger Kidul sekaligus membuka acara. Taufik Tri Wijanarko koordinator KKN desa menghadirkan dua pemateri yaitu Danan Satriyo Wibowo dan Erna Ipak Rahmawati dari Fakultas Psikologi. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih tiga jam dan berjalan dengan lancar. Terdapat beberapa tujuan diadakannya kegiatan ini seperti menambah wawasan siswa terhadap bahayanya perilaku perundungan dan mencegah para pelajar agar tidak melakukan perundungan.

"Tindakan bullying ini dapat mengakibatkan terganggunya psikis anak," ujar Taufik.

Selain proker pendidikan juga terdapat proker non-fisik yaitu kegiatan penyuluhan  PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)  salah satunya yaitu cuci tangan. Kegiatan penyuluhan cuci tangan yang dilaksanakan pada hari Selasa (04/2/2020) lalu di SD Negeri 02 Suger Kidul Kecamatan Jelbuk dan diikuti seluruh siswa-siswi. Siswa-siswi di sekolah tersebut sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Pada kegiatan ini banyak sekali manfaat cuci tangan antara lain dapat membersihkan kotoran dan kuman yang tertinggal di tangan, menghilangkan bau yang melekat di tangan dan juga dapat mencegah beberapa penyakit seperti diare, infeksi cacing, infeksi mata serta infeksi kulit.

“Kegiatan PHBS cuci tangan pertama kali diterapkan di SD Negeri 02 Suger Kidul dan dikemudian hari akan dilakukan disekolah-sekolah yang lain” terang Taufik Tri Wijanarko.

Kegiatan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
dengan mengenalkan cara mencuci tangan yang benar
Kegiatan lain dari proker non-fisik yaitu mengajar di SD dan TK, posyandu serta senam lansia. Kegiatan membantu mengajar di SD dan TK dijadwalkan pada setiap hari selasa dan kamis. Pada kegiatan ini mahasiswa dibagi di beberapa sekolah antara lain di TK Gemilang, SDN 01 Suger Kidul,  SDN 02 Suger Kidul, dan SDN 03 Suger Kidul. Adapun juga dijadwalkan kegiatan melatih lomba di SDN 03 Suger Kidul. Kegiatan membantu mengajar ini dimulai pada tanggal 30 Januari 2020 dan berlangsung hingga sekarang. Kemudian untuk kegiatan posyandu dan senam lansia ini merupakan kegiatan yang masih menjadi rencana dan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Februari 2020.

Proker selanjutnya dari kelompok 30 ini adalah proker kewirausahaan dan proker fisik yang sampai pada hari ini masih direncanakan dengan proses kurang lebih 50%. Proker kewirausahaan ini direncanakan akan diadakannya seminar kewirausahaan yang bertujan untuk menumbuhkan semangat berwirausaha dan  pelatihan membuat permen suwar-suwir dengan tujuan untuk menambah kemampuan warga untuk menciptakan produk serta diharapkan dapat membuka usaha baru. Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 20 Februari 2020 yang dilaksanakan di Balai Desa Suger Kidul dengan mengundang pemateri dari Dinas Sosial dan Usaha Mikro serta dari UD Mutiara Jaya oleh-oleh khas Jember. Peserta dalam kegiatan ini yaitu seluruh warga Desa Suger Kidul.

Adapun proker fisik yang sudah mencapai 70%. Pada proker fisik ini direncanakan akan dimulai pada pertengahan bulan Februari ini. Pada proker ini direncanakannya akan membuat lapangan yang berada di belakang Balai Desa Suger Kidul. Tujuan membuat lapangan tersebut agar digunakan kegiatan olahraga oleh warga sekitar maupun sekolah yang ada disekitar Balai Desa Suger Kidul. Selain membuat lapangan proker fisik ini juga direncanakan untuk membuat plang nama jalan dengan jumlah empat Dusun antara lain Dusun Krajan Timur, Dusun Krajan Barat, Dusun Lojejer, dan Dusun Kebon. Kami juga berharap dengan sisa waktu ini proker-proker yang belum berjalan dapat diselesaikan dengan tepat waktu. (nourma)

Senin, 17 Februari 2020

Guru Besar UNEJ: Nomofobia dan Narkoba 'Virus' Mematikan Saat Ini

Prof Dr Hairus Salikin, MEd saat mengisi Pengajian Ahad Pagi Al-Khoir PCM Kaliwates
Pengajian Al-Khoir yang rutin dilaksanakan setiap pekan ketiga Cabang Muhammadiyah Kaliwates pada Ahad (16/2/2020) kemarin menghadirkan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Prof Dr Hairus Salikin, MEd sebagai pembicara.

Pengajian yang dilaksanakan di Masjid Al Muttaqin daerah Talangsari itu membahas bahaya 'virus' nomofobia dan narkotika serta obat terlarang. Nomofobia adalah kepanjangan dari no mobile phone fobia, ketakutan seseorang ketika tidak memegang telepon selular.

Di depan puluhan jamaah pengajian, Hairus menyatakan bahwa 'virus' yang ini menurutnya lebih membahayakan dari virus Corona saat ini yang telah membunuh lebih dari 1000 orang.

"Wabah ini luar biasa dampaknya, meski memang berjalan lambat tapi pasti. Tidak sadar kita akan digerogoti oleh penyakit ini," ujar mantan Dekan FIB ini.

Menurut wikipedia wabah ini diteliti sekitar 2010 an, yang mengatakan kecenderungan mayoritas pria dan wanita pengguna telepon genggam merasa tidak nyaman ketika mereka kehilangan telepon genggam, kehabisan baterai atau pulsa, atau berada di luar jaringan, dan beberapa orang merasa stres ketika telepon genggam mereka mati.

Sementara itu, Dr Larry Rosen seorang profesor dari California State University dalam sebuah penelitiannya menyatakan bahwa 95% penduduk Amerika Serikat membawa telepon genggam kemanapun pergi. Di Inggris menurut penelitian Rosen, 65% penduduknya dipastikan membuka telepon genggamnya setiap 10 menit.

"Di Indonesia bahkan yang menyedihkan adalah saat khutbah jumat ada yang memainkan telepon genggam dan tidak mendengarkan khutbah," heran Hairus.

Hairus menjelaskan bahwa saat ini alam bawah sadar manusia sulit dipisahkan dari telepon genggam. Telepon genggam telah menggerus kontak sosial antar manusia, bahkan antara pasangan suami istri.

"Ini saya alami sendiri ketika cucu saya yang saat itu berusia 3 tahun sudah mengenal telepon genggam. Jadi saat menangis oleh orangtuanya akan dibukakan handphone dan dia jadi diam tidak menangis," ujarnya.

Jamaah pengajian diingatkan oleh Hairus, apa yang dilakukan pada 10 menit pertama bangun tidur, apakah kita tidak lupa berdoa bangun tidur atau tiba-tiba meraih telepon genggam kita dan mengecek chat di dalamnya?

"Benar apa yang Rasullah sabdakan dulu, Man Ahabba Syai'an Fa Hu Wa Abduhu, orang juga bisa diperhamba oleh apa yang dicintainya, kasus nomofobia ini salah satunya," ujar Hairus.

Narkoba

Kasus kedua yang perlu diperhatikan, menurut Hairus adalah merebaknya penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang utamanya di kalangan anak muda.

"Saya biasa memberi tausiyah dan sharing kepada penghuni lapas selama ini, di Jember dan Bondowoso. Dan di sana saya melihat banyak penghuninya karena kasus narkoba," ungkap Hairus.

Bahkan menurut Hairus, yang membuat dia miris ada beberapa penghuni lapas adalah mahasiswanya yang terjerat narkoba.

Menurut Hairus, saat ini kita bukan hanya perang melawan narkoba tapi sudah masuk ranah jihad melawan narkoba. Karena fenomena pemakaian narkoba menyasar semua usia.

"Sudah jadi tugas kita, untuk menjaga keluarga dan lingkungan atas penggunaan narkoba karena mereka sebagian besar tidak paham dan tidak tahu mengenai narkoba," jelas Hairus.

Di akhir ceramahnya Hairus mengingatkan kepada jamaah pengajian agar mengawasi keluarga dan lingkungan lebih ketat sehingga bisa terhindar dari pengaruh narkoba.

Kegiatan pengajian diakhiri dengan makan nasi pecel bersama jamaah pengajian. (maghfur)

Kader

Ekonomi

Ortom

Amal Usaha

Cabang Ranting

© Copyright 2019 JemberMU | All Right Reserved