National

Ads

Pengajian

'Aisyiyah

Dokumen

Persyarikatan

Minggu, 26 Mei 2019

ENAM Syarat Penting Masyarakat Berkemajuan Menurut Profesor Zainuddin Maliki

hijrah agar berkemajuan
Isu strategis dakwah Islam Rahmatan Lil 'alamin
Pimpinan Daerah Muhammadiyah kabupaten Jember selenggarakan agenda rutin Kajian Ramadhan 1440H di Aula Zaenuri Univ. Muhammadiyah Jember (Sabtu, 25 Mei 2019).

Acara dijadwalkan berlangsung selama 2 hari dengan 5 sesi materi. Dalam setiap sesinya, bertabur narasumber kompeten dibidangnya.

Sesi pertama, Dr. Aminullah El Hady dan Muhammad Malik, M.Ag. Sesi kedua, Dr. Sukarno dan H. Suharyo, SH.

Dan sesi ketiga, sesi terakhir untuk hari pertama ditutup oleh pemateri, Prof. Zainuddin Maliki. Sesi tentang "Isu Strategis dan Tantangan Dakwah Muhammadiyah Rahmatan Lil 'Alamin".

Meski berakhir hingga pukul 22.15 WIB, sesi ini berlangsung 'gayeng' karena ditutup dengan diskusi curhat beberapa peserta seputar kiprah Muhammadiyah dalam perhelatan pesta demokrasi pemilu 2019 yang baru saja dilangsungkan.

Profesor Zainuddin sedari awal mengurai secara panjang lebar tentang masyarakat berkemajuan. Menurut beliau, gagasan Muhammadiyah tersebut memiliki karakter, antara lain:

  1. Kelas terdidik
  2. Ber-etika
  3. Etos kerja keras
  4. Cerdas, kreatif dan Mandiri
  5. Tertib dan Disiplin
  6. Budaya monokronik.

Sedangkan cirinya, antara lain:

  1. Bersemboyan Khairunnas anfa'uhum linnas
  2. Berusaha memberi makna dan manfaat
  3. Pantang jadi parasit dan eksploitatif
  4. Spirit amar ma'ruf nahi mungkar.

Melalui pemaparannya, beliau mengingatkan bahwa saat ini umat Islam sebagai umat terbesar di Indonesia masih tertinggal dalam berbagai hal termasuk ekonomi dan politik.

Di bidang ekonomi, beliau sangat sedih melihat fakta bahwa dari sepuluh orang terkaya di Indonesia, hanya seorang yang muslim. Umat Islam belum "bersyarikat" dalam menjalankan bisnis sehingga kerap kali tertinggal di belakang.

Sedangkan di bidang politik, profesor yang pada pemilu kali ini berhasil melenggang ke senayan tersebut mengingatkan, bahwa pola komunikasi di Muhammadiyah masih cenderung elitis.

Menurutnya, Muhammadiyah memiliki potensi besar dalam jihad politik meski kondisi masyarakat yang kian pragmatis dan transaksional. Beliau mengutip pernyataan Fukuyama, bahwa modal utama keberhasilan adalah Social Capital, yakni berupa trust atau kepercayaan.

Sesi terakhir untuk hari pertama ini ditutup oleh Ustadz H. Kusno, ketua PDM Jember yang bertindak sebagai moderator diskusi. (fhr)

Rabu, 13 Maret 2019

Pesan Ketua PDM Jember pada Mubaligh Mubalighat Muhammadiyah Jember

Dari kiri: KH Kusno, MPdI Ketua Muhammadiyah Jember, Nurcholis Huda, MSi Wakil Ketua PWM Jawa Timur
Dardiri, MSi Ketua Majelis Tabligh PDM Kabupaten Jember 
Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember pada Ahad (10/3/19) lalu mengadakan Refreshing Mubaligh Mubalighat PCM dan PCA se-Kabupaten Jember yang dilaksanakan di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Jember.

Hadir dalam kegiatan ini utusan dari cabang Muhammadiyah, Aisyiyah, serta amal usaha Muhammadiyah se kabupaten Jember. Sebagai pemateri dihadirkan ketua Muhammadiyah Jember, KH Kusno, MPdI serta Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Nurcholis Huda, MSi.

Nampak hadir pula Ketua Majelis Tabligh PDM Jember dan jajaran anggotanya.

Dalam pembukaan serta pemberian materi ideologi Muhammadiyah, KH Kusno mengingatkan kepadan Mubaligh mubalighat Muhammadiyah agar inovatif dan kreatif dalam melaksanakan tugas mulia,  bertabligh kepada umat dan masyarakat.

"Kemampuan Mubaligh Mubalighat berinovasi kreatif dibutuhkan dalam merespon dinamika perkembangan dan perubahan kehidupan umat dan masyarakat semakin cepat akibat kemajuan teknologi informasi, agar tabligh tetap menarik dan dapat menjawab tantangan dan kebutuhan umat dan masyarakat," ungkap Kusno.

Menurutnya, mubaligh Mubalighat Muhammadiyah harus proaktif dan produktif dalam bertabligh,  tidak sekedar menunggu permintaan umat dan masyarakat tetapi harus agresif mengisi ruang ruang kosong nilai dalam kehidupan umat dan masyarakat.

Kusno melanjutkan, bahwa mubaligh dan mubalighat Muhammadiyah juga harus memahami dan memegang teguh ideologi Muhammadiyah.

"Minimal njenengan ini semua, tau isi muqaddimah anggaran dasar Muhammadiyah," tegas pria yang sehari harinya bekerja sebagai Penghulu Madya Tanggul ini.

Setidaknya, menurut Kusno, ada 3 hal yang utama perlu dipegang oleh para mubaligh, mubalighat Muhammadiyah. Pertama, jangan coba menduakan pandangan hidup di Muhammadiyah, karena menurutnya menduakan pandangan hidup di Muhammadiyah akan menjadikan tidak fokus. Kedua, Kusno menjelaskan bahwa di dalam mukadimah anggaran dasar Muhammadiyah, kita semua hakekatnya hidup bermasyarakat, oleh karenanya harus mampu memperbanyak kawan serta menguatkan ukhuwah islamiyah.

"Warga Muhammadiyah itu harus menjadi Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnasi ta`muruna bil ma`rufi wa tanhauna `anil munkari wa tu`minuna billah," tegas Kusno.

Ketiga, para mubalgh dan mubalighat itu harus yakin bahwa hanya agama Islam yang sebenar-benarnya yang bisa membangun masyarakat utama serta membentuk pribadi unggul sehingga tercapai baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur.

Usai materi KH Kusno, acara dilanjutkan dengan materi dari Wakil Ketua PWM Jawa Timur Nurcholis Huda, MSi dan penjelasan Majelis Tabligh PDM Jember saat mengikuti kegiatan Refreshing Majelis Tabligh Pusat Muhammadiyah Regional 3 di Ponorogo sebelumnya. maghfur

Kader

Ekonomi

Ortom

Amal Usaha

Cabang Ranting

© Copyright 2019 JemberMU | All Right Reserved