National

Ads

Pengajian

'Aisyiyah

Dokumen

Persyarikatan

Senin, 11 November 2019

Super Medic Team Milad Tetap Semangat Meski Tak Sempat Makan Siang

Posko Utama Kesehatan tim Kesehatan MDMC saat Apel Akbar dan Pawai Ta'aruf di Alun-Alun Ambulu pada Ahad (10/11/19)
Tumpah ruah dan berjubelnya ribuan orang warga dan simpatisan Muhammadiyah yang mengikuti Apel Milad dan Pawai Ta'aruf pada Ahad (10/11/19) kemarin tak menyurutkan kondisi fisik dan mental tim kesehatan yang bertugas.

Tim kesehatan yang dikomandoi MDMC Kabupaten Jember ini terdiri dari personil MDMC, IMM Komisariat Asy-Syifa UM Jember, IMM Komisariat Tawangalun Universitas Jember serta tim kesehatan PASHMINA Nasyiatul Aisyiyah Jember, total sekitar 35 orang personil disiapkan untuk antisipasi acara.

Sejak sehari sebelumnya, tim kesehatan ini sudah bertugas dengan mendirikan tenda komando serta posko kesehatan di samping timur Alun-Alun Ambulu. Dibantu dengan kendaraan taktis MDMC serta Ambulans LazisMU Kabupaten Jember tim kesehatan sudah bersiap pada hari H pada pukul 6 pagi. Tugas utama mereka adalah melaksanakan pemeriksaan gratis setelah apel milad serta melakukan pengawalan terhadap pawai ta'aruf warga Muhammadiyah.

Super medic team ini terlihat begitu semangat dan taktis bekerja sejak Apel Milad berakhir. Puluhan warga dan simpatisan yang mencoba pemeriksaan gratis sudah berjubel untuk melakukan pemeriksaan tensi darah, gula darah, kolestrol asam urat serta pemeriksaan gigi gratis. Tim kesehatan juga memberikan obat-obatan gratis bagi mereka yang membutuhkan setelah melakukan pemeriksaan.

Kegiatan ini juga melibatkan 1 orang dokter umum dan 1 orang dokter gigi.

Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan MDMC dibagi menjadi beberapa pos untuk melakukan pengamatan terhadap seluruh aksi peserta apel dan pawai ta'aruf.

Saifur Rijal (dua dari kanan) serta Farued (berkacamata) saat membawa pasien kecapaian dan dehidrasi ke BKIA Ambulu
pada Apel Milad dan Pawai Ta'aruf di Ambulu
Kisah lain muncul ketika Dzuhur menjelang, ketika itu puncak penuhnya warga dan simpatisan melakukan pemeriksaan gratis serta banyaknya peserta pawai ta'aruf yang jatuh sakit karena dehidrasi dan kelelahan.

Ternyata karena terlalu fokus dengan tugas dan banyaknya antrian warga, tim kesehatan tidak sempat makan siang. Tapi profesionalisme tim kesehatan patut diacungi jempol, mereka tetap melakukan tugas melakukan pemeriksaan serta melakukan pengobatan peserta pawai tanpa mengindahkan perut lapar hingga acara selesai.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Saifur Rijal salah satu koordinator kesehatan dari tim MDMC menyatakan bahwa tugas bakti sosial dan membantu peserta pawai adalah fokus utama dari tim kesehatan sehingga rasa lapar harus sedikit dikesampingkan.

"Jadi petugas medis ya memang seperti ini mas, wani ora sambat dan wani luwe (berani tidak mengeluh dan berani lapar)," ujar lulusan FIKES UM Jember ini.

Alhamdulillah, hingga selesai acara tidak terjadi kondisi yang mengkhawatirkan baik bagi peserta apel milad dan pawai ta'aruf juga bagi tim kesehatan MDMC yang sudah bertugas sejak sehari sebelumnya.

That's our Super Medic Team!

Minggu, 10 November 2019

Saat Siswa Tapak Suci Itu Memanjat Tiang Bendera


Pagi itu masih menunjukkan pukul 05.30 di Alun-Alun Ambulu. Tapi sudah muncul kehebohan saat panitia lokal Milad Muhammadiyah ke-107 melihat tali tiang bendera tidak terpasang.

"Iki Piye taline kok ning ngisor, piye masang bendera iki?" teriak salah satu panitia lokal.

Beberapa orang panitia dan warga Muhammadiyah yang datang segera berlarian mendekat dan berdiskusi.

Ada yang memberikan solusi untuk mengganti dengan bambu saja tiang bendera yang tak bertali itu, tapi akhirnya disepakati untuk menaiki tiang dan memasang tali ke atas.

Ternyata tak semudah kesepakatan karena rata-rata yang hadir adalah pria berumur dan memiliki ketakutan pada ketinggian.

Saat itulah hadir Kader Tapak Suci Yuyun yang mencoba memanggil siswa Tapak Suci yang hadir dan menyuruh untuk menaiki tiang bendera. Maka dua siswa Tapak Suci Ramadhan Qodri dan Willy Gunawan dari Tanggul datang ke Kader Yuyun lalu siswa Tapak Suci Qudri menyatakan tidak berani karena takut licin.

"Saya siap naik," jawab siswa Tapak Suci Willy.

Siswa Tapak Suci Willy dari Tanggul saat menaiki tiang bendera
di Alun-Alun Ambulu saat Apel Milad Muhammadiyah ke-107

Akhirnya dengan dipandu oleh panitia dan kader Yuyun di bawah, siswa Tapak Suci Willy naik perlahan memanjat tiang bendera.

Di belakang tenda kehormatan, seorang ibu Aisyiyah berkomentar, "Ga duwe wedi blas arek Tapak Suci iki yo (Tidak punya takut sama sekali anak Tapak Suci ini)?"

Dalam waktu singkat tali warna biru itu pun terpasang di atas tiang bendera setinggi 10 meter dan Willy meluncur santai ke bawah dan mendapat aplaus panitia dan warga yang menunggunya di bawah.

Dan akhirnya Apel Milad Muhammadiyah ke-107 terlaksana denganlancar dan sukses salah satunya berkat aksi heroik siswa Tapak Suci yang hebatnya bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November. (maghfur)

Kader

Ekonomi

Ortom

Amal Usaha

Cabang Ranting

© Copyright 2019 JemberMU | All Right Reserved