Selamat Datang di Laman JemberMu.com - Portal Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Jember

Jangan Anggap Sepele Bahaya Listrik, KKN Unmuh Jember Edukasi Murid SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan

 

Jangan Anggap Sepele Bahaya Listrik, KKN Unmuh Jember Edukasi Murid SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan (Istimewa/JemberMu.com)

JemberMu.com – Listrik telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Menyalakan lampu, mengisi daya telepon genggam, menggunakan komputer, hingga berbagai aktivitas di sekolah semuanya bergantung pada energi listrik. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat risiko yang dapat membahayakan apabila penggunaannya tidak disertai pengetahuan tentang keselamatan.

Persoalan sederhana seperti kabel terkelupas, stop kontak yang digunakan untuk terlalu banyak perangkat, hingga ketidaktahuan saat menghadapi sengatan listrik menjadi perhatian Kelompok KKN Reguler Sore/RPL Gelombang 2 Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember).

Melalui program edukasi keselamatan kelistrikan, mahasiswa KKN mengajak murid kelas XI dan XII SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan untuk lebih mengenali bahaya listrik sekaligus memahami langkah pencegahannya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan pada Sabtu (25/7/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Edukasi dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan aktivitas sehari-hari agar materi kelistrikan lebih mudah dipahami oleh murid.

Ketua Kelompok KKN Reguler Sore/RPL Gelombang 2 Tahun 2026 Unmuh Jember, Buyung Marthinus, yang memiliki latar belakang keilmuan teknik elektro, menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Ia mengenalkan sejumlah potensi bahaya listrik yang sering ditemukan di lingkungan rumah maupun sekolah. Murid juga mendapatkan penjelasan mengenai hubungan arus pendek atau korsleting, penggunaan perangkat elektronik yang aman, pentingnya memperhatikan kondisi kabel dan instalasi listrik, hingga penggunaan alat pelindung diri ketika berhadapan dengan kelistrikan.

Tidak hanya berbicara mengenai pencegahan, materi juga menyentuh langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi kondisi darurat. Murid diberikan pemahaman dasar mengenai tindakan yang aman ketika menemukan seseorang mengalami sengatan listrik.

Menurut Buyung, edukasi keselamatan kelistrikan diperlukan karena masyarakat berinteraksi dengan listrik hampir setiap hari. Pengetahuan yang sederhana tetapi tepat dapat membantu seseorang menghindari tindakan yang justru membahayakan dirinya maupun orang lain.

“Banyak hal terkait listrik yang mungkin dianggap sederhana, padahal kalau penanganannya salah bisa membahayakan. Kami berharap murid memahami bagaimana menggunakan listrik dengan aman dan mengetahui tindakan yang tepat ketika menemukan persoalan kelistrikan di sekitarnya,” ujar Buyung.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan tidak hanya diterapkan oleh murid ketika berada di sekolah.

“Kami berharap materi keselamatan kelistrikan ini dapat menjadi bekal bagi murid, tidak hanya untuk diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah masing-masing. Pengetahuan yang benar tentang kelistrikan dapat mencegah terjadinya kecelakaan yang sebenarnya bisa dihindari,” tambahnya.


Kegiatan berlangsung interaktif ketika sesi diskusi dibuka. Beberapa murid mulai menceritakan kondisi kelistrikan yang pernah mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaan mengenai penggunaan banyak perangkat dalam satu stop kontak hingga kabel listrik yang terkelupas menjadi bagian dari diskusi bersama mahasiswa KKN.

Dari pertanyaan tersebut, mahasiswa kemudian memberikan penjelasan mengenai risiko yang dapat muncul serta tindakan yang sebaiknya dilakukan. Murid juga diingatkan untuk tidak mencoba memperbaiki instalasi listrik apabila tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

Antusiasme murid membuat materi yang awalnya bersifat teknis berkembang menjadi diskusi yang dekat dengan kehidupan mereka. Hal tersebut menjadi salah satu tujuan kegiatan, yakni membuat keselamatan kelistrikan tidak sekadar dipahami sebagai teori, tetapi menjadi kebiasaan dalam menggunakan listrik secara bertanggung jawab.

Bagi mahasiswa KKN, edukasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membawa kompetensi akademik ke tengah masyarakat. Ilmu yang diperoleh selama perkuliahan diterapkan melalui kegiatan sederhana yang memiliki manfaat langsung bagi lingkungan sekolah.

Pihak SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan turut menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Edukasi keselamatan kelistrikan memberikan tambahan wawasan praktis kepada murid yang dapat digunakan tidak hanya selama berada di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Kelompok KKN Reguler Sore/RPL Gelombang 2 Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Jember berharap murid semakin sadar bahwa keselamatan menjadi bagian penting dalam setiap penggunaan listrik.

Sebab, menjadi pengguna listrik yang cerdas bukan hanya tentang mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga mengetahui risikonya, memahami batas kemampuan diri, serta mampu mengambil tindakan yang aman ketika menghadapi potensi bahaya kelistrikan.


Penulis : Kel KKN Reg Sore/RPL Gel 2 Tahun 2026