Pidato Ketua PDM: Selamat Milad Muhammadiyah ke 107

Pidato Ketua PDM: Selamat Milad Muhammadiyah ke 107
Milad 107 - Muhammadiyah kini telah berusia 107 tahun
Assalamualaikum
Alhamdulillah, puji dan syukur kita haturkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Rahman dan Maha Rahim, yang menganugerahkan perjalanan panjang gerakan persyarikatan Muhammadiyah, melintasi zaman hingga kini berusia seabad lebih, tepatnya 107 tahun (18 Nopember 1912 - 18 Nopember 2016).

Sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember kiranya tidak berlebihan kami mengucapkan dan menggemakan kata "Selamat milad Muhammadiyah ke-107 kepada keluarga besar insan Muhammadiyah teriring doa semoga Muhammadiyah semakin maju dan jaya dalam lindungan ridho dan ampunan Allah SWT, amin".

Sedangkan sebagai Insan Muhammadiyah Kabupaten Jember, tentunya tidak cukup hanya dengan mengucapkan dan menggemakan kata selamat milad Muhammadiyah ke-107 saja. Lebih daripada itu, milad Muhammadiyah ke-107 ini dapat dijadikan momentum muhasabah, dengan menuntun amal intiqod, 'self-corective', agar menemukan kekurangan dan kelemahan diri, lalu melakukan usaha mu'aqobah (menghukum menyesali kesalahan diri sendiri) dan muhassanah (melakukan perbaikan diri sendiri), serta mujahadah (meningkatkan komitmen kesungguhan) dalam bermuhammadiyah, baik dalam pengertian sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma'ruf nahi mungkar, dan tajdid maupun dalam arti sebagai persyarikatan berorganisasi yang modern dan maju.

Sehingga kita dapat menemukan maqam, kedudukan dan posisi keberadaan kebermuhammadiyahan kita yang sebenar benarnya, dan kita menyaksikan dan atau dapat menjadi saksi atas diri sendiri dalam bermuhammadiyah.

Melalui usaha muhasabah fardiy, koreksi diri yang bersifat individual kita melangkah pada muhasabah jama'iy, koreksi diri yang bersifat komunitas, atau bahkan muhasabah Jam'iyyah, koreksi diri yang bersifat organisatoris persyarikatan.

Sebagai momentum muhasabah fardiy, setidaknya milad Muhammadiyah ke-107 dapat digunakan tafakkur, perenungan seberapa besar kebermuhammadiyahan kita selama ini. Apakah diri kita sendiri ini telah memiliki pemahaman yang mendalam, utuh dan benar mengenai Muhammadiyah dan bermuhammadiyah?, Apakah pemahaman itu telah dapat kita wujudkan dalam bentuk sikap, tindakan dan kebiasaan sehari hari?, Apakah kebiasaan kebiasaan itu dapat istiqomah kita junjung tinggi dan ditegakkan dengan baik disetiap ruang dan waktu?, Dan apakah perilaku yang berdasar nilai nilai kemuhammadiyahan itu telah membentuk kepribadian kita?, Serta sudahkah jalan hidup yang kita lalui sesuai karakter dan jati diri insan Muhammadiyah, sosok pengikut Muhammad Rosulullah SAW?.

Pertanyaan pertanyaan ini hanya dapat dijawab oleh diri sendiri masing-masing dengan jujur dan tidak perlu dipublikasikan, ditunjukkan kepada orang lain. Demikian pula dalam upaya mu'aqobah dan muhassanahnya. Tapi yang jelas akan muncul spirit, semangat yang lebih tinggi lagi dan bersungguh sungguh dalam bermuhammadiyah, sehingga dirinya pantas disebut insan Muhammadiyah sejati.

Dalam muhasabah jama'iy, setidaknya milad Muhammadiyah ke-107 ini dapat dijadikan momentum menumbuhkembangkan soliditas dan solidaritas komunitas Muhammadiyah. Apakah yang sudah dilakukan ditengah komunitas Muhammadiyah. Apakah spirit dasar generasi awal Muhammadiyah "Hidup hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari penghidupan di Muhammadiyah" masih menjadi jiwa korsa komunitas, yang kita yakini sebagai khoira ummah, umat terbaik dan umat pilihan.

Spirit yang semestinya dan seharusnya menghiasi dan menerangi pikiran dan hati. Apakah keberadaan diri kita telah banyak memberikan manfaat, faedah dan berguna secara efektif efisien, atau bahkan sebaliknya justru menjadi pemicu dan pemacu datangnya kemadhorotan bagi komunitas Muhammadiyah. Sudahkah nilai welas asih dan ta'awun dalam kebajikan dan ketaqwaan menjadi prinsip bangunan komunitas Muhammadiyah, dan seterusnya.

Dan tidak kalah pentingnya, adalah muhasabah Jam'iyyah. Karena 107 tahun berlalu bagi Muhammadiyah sebagai persyarikatan, atau organisasi, yang mempunyai landasan ideologis dan operasional yang telah mantap dan mapan. Maka milad Muhammadiyah ke-107 ini dapat dijadikan momentum muhasabah sejauhmana sebagai insan persyarikatan, baik pimpinan, anggota maupun warga Muhammadiyah telah taat asas, tunduk patuh pada ketentuan peraturan yang digariskan oleh persyarikatan, serta berkontribusi bagi keberlangsungan, dan pengembangan persyarikatan.

Apakah kita telah faham dengan baik dan benar kenapa mesti bergabung, berhimpun dalam persyarikatan. Apakah memang kita lahir ditengah keluarga dan masyarakat Muhammadiyah, atau karena sebuah kesadaran yang dipilihnya dari proses pergumulan nilai dalam kehidupan?.

Oleh karena itu, tafakkur masa kini dan masa lalu, hanya dapat dilakukan dalam rangka menatap masa depan yang lebih baik, lebih berkemajuan dan lebih benar.

Sebagaimana firman Allah QS. Al-Ĥashr: 18,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ﴿

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dan QS. Al-Hashr: 19,

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Artinya:
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

Untuk itu, dengan momentum milad Muhammadiyah ke-107 ini, kita lakukan rekomitmen kebermuhammadiyahan kita, dengan jalan:

  1. Kita jadikan diri sendiri sebagai insan Muhammadiyah sejati.
  2. Kita jadikan diri sendiri sebagai bagian komunitas Muhammadiyah sebagai umat pilihan yang terbaik disisi Allah, Rosulnya dan manusia lainnya.
  3. Kita jadikan diri sendiri sebagai pimpinan, anggota, warga Muhammadiyah yang taat asas, tunduk patuh pada aturan, bersikap welas asih dan berjiwa ta'awun dalam kebajikan dan ketaqwaan.
Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember menyerukan mari bermuhammadiyah yang menggembirakan dan bergembira bersama Muhammadiyah. Semoga Allah SWT memberikan hidayah bagi seluruh pimpinan, anggota dan warga Persyarikatan Muhammadiyah, amin.

Seraya mohon maaf atas kekhilafan dan kesalahan yang terjadi.
Nasrun minallah wa fathun qorib
Wassalam