Prof. Joni Wahyuhadi Paparkan Transformasi Pelayanan Kesehatan pada Kuliah Pakar MARS FK UM Surabaya
| Prof. Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS(K), MARS mengisi Kuliah Pakar Magister Administrasi Rumah Sakit di Gedung Attaawun FK UMSURA (Khoirul Fahri/jembermu.com) |
JemberMu.com – Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya menggelar Kuliah Pakar dengan menghadirkan Joni Wahyuhadi sebagai narasumber utama. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Attaawun pada Sabtu, 9 Mei 2026 tersebut diikuti oleh mahasiswa dan dosen Program Studi MARS.
Kuliah pakar ini menjadi bagian dari upaya akademik dalam memperkaya wawasan mahasiswa terkait perkembangan manajemen rumah sakit dan transformasi sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi MARS Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya, Pipit Festi, menegaskan komitmen program studi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan memiliki daya saing tinggi di bidang administrasi serta manajemen pelayanan kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Joni Wahyuhadi menjelaskan bahwa sektor pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini tengah mengalami perubahan besar. Menurutnya, paradigma pelayanan telah bergeser dari pendekatan paternalistik menuju kemitraan (partnership) antara tenaga kesehatan dan pasien, serta menghadapi tantangan baru berupa meningkatnya aspek komersialisasi layanan kesehatan.
Transformasi tersebut ditandai dengan berkembangnya digitalisasi layanan kesehatan, peningkatan efisiensi biaya pelayanan, pengembangan tindakan medis minimal invasif, hingga penerapan sistem pembayaran prospektif berbasis INA-CBG yang semakin mendorong efektivitas pelayanan rumah sakit.
Ia menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan memiliki tiga karakteristik utama, yaitu ketidakpastian (uncertainty), asimetri informasi, dan eksternalitas. Karena itu, rumah sakit harus tetap menempatkan pasien sebagai pusat pelayanan melalui pendekatan patient-centered care.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi tenaga kesehatan, tetapi juga hubungan yang baik dengan pasien serta kemampuan menghadirkan empati dalam setiap proses pelayanan.
Sebagai contoh implementasi transformasi pelayanan kesehatan, Prof. Joni memaparkan berbagai inovasi yang pernah diterapkan di RSUD Dr. Soetomo melalui pendekatan Academic Health System. Program tersebut berfokus pada peningkatan akses layanan, keselamatan pasien, kualitas pelayanan, efisiensi melalui lean management, digitalisasi rekam medis elektronik, hingga penguatan tata kelola klinis.
Selain itu, pengembangan berbagai pusat layanan unggulan juga menjadi bagian dari strategi transformasi, di antaranya pusat kanker nasional, layanan transplantasi organ, terapi stem cell, serta penguatan peran rumah sakit sebagai pusat pendidikan kesehatan nasional.
Menutup paparannya, Prof. Joni menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan memerlukan keseimbangan antara etika, integritas, inovasi, profesionalisme, dan kepemimpinan strategis. Menurutnya, kombinasi faktor-faktor tersebut menjadi kunci agar rumah sakit mampu menghadirkan pelayanan yang berkualitas tinggi, berkelanjutan, serta selalu berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien.
Kuliah pakar ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa MARS dalam memahami tantangan dan peluang pengelolaan rumah sakit di era transformasi kesehatan, sekaligus memperkuat kesiapan mereka menjadi pemimpin di sektor pelayanan kesehatan masa depan.
Penulis: Khoirul Fahri Arrijal.