Selamat Datang di Laman JemberMu.com - Portal Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Jember

PKMS Universitas Muhammadiyah Jember Kembangkan Kewirausahaan Zero Waste Limbah Lele untuk Cegah Stunting di Jember

Budidaya Lele Cempolong Santri MBS Darul Falah
Budidaya Lele Cempolong Santri MBS Darul Falah


Jember — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) bertajuk “Model Kewirausahaan Pemanfaatan Limbah Ikan Lele menjadi Olahan Pangan Berbasis Zero Waste sebagai Upaya Pencegahan Kasus Stunting di Kabupaten Jember”. Program ini berfokus pada pengembangan ketahanan dan keamanan pangan berbasis komoditas lokal yang bernilai gizi tinggi.

Program pengabdian ini diketuai oleh Ilanka Cahya Dewi, ST., MT., dengan anggota Rusdiana Setyaningtyas, ST., MT., dan Nely Ana Mufarida, ST., MT., serta melibatkan dua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember. Kegiatan dilaksanakan di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Darul Falah, Desa Cakru, Kabupaten Jember, dengan melibatkan santri dan mitra budidaya lele sebagai peserta aktif.

Kabupaten Jember masih menghadapi permasalahan stunting dengan prevalensi mencapai 34,9%, yang salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya asupan protein hewani dan kalsium pada balita. Di sisi lain, MBS Darul Falah memiliki unit budidaya lele dalam cempolong yang dikelola langsung oleh santri sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan pesantren. Budidaya ini terintegrasi dengan unit produksi fillet lele beku yang menghasilkan limbah ikan hingga 60–70% dari berat total, berupa kulit, tulang, duri, dan kepala ikan.

Limbah hasil budidaya dan pengolahan lele tersebut sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi. Melalui program PKMS ini, tim pengabdian mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah lele berbasis zero waste yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pemenuhan gizi masyarakat.

Produk olahan yang dihasilkan antara lain bakso lele, kerupuk kulit lele, nugget lele, dan abon kepala lele yang kaya protein dan kalsium. Seluruh produk berasal dari lele hasil budidaya cempolong santri MBS Darul Falah, sehingga membentuk rantai usaha terpadu dari hulu hingga hilir.

Pengurus Pondok Pesantren Darul Falah Cakru, Safrizal Muhammad Arifin, S.Pd., M.S.I, menyampaikan bahwa integrasi budidaya lele cempolong dengan pengolahan limbah menjadi produk pangan bergizi memberikan dampak positif bagi pesantren. Menurutnya, kegiatan PKMS ini tidak hanya meningkatkan keterampilan santri dalam budidaya dan pengolahan pangan, tetapi juga menanamkan kesadaran kewirausahaan, kemandirian ekonomi, serta kepedulian terhadap isu gizi masyarakat, khususnya pencegahan stunting.

Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan teknis pengolahan limbah lele, pendampingan kewirausahaan, penerapan standar operasional prosedur (SOP) produksi higienis, serta uji kandungan gizi dasar produk. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam menghasilkan produk pangan yang aman, bergizi, dan berdaya saing.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra serta dihasilkannya produk olahan limbah lele yang memiliki nilai gizi dan nilai ekonomi. Program ini dinilai berpotensi menjadi model kewirausahaan pesantren berbasis budidaya lele cempolong dan zero waste yang berkelanjutan. Melalui kegiatan PKMS ini, Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren sekaligus berkontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Jember melalui inovasi pangan lokal.