Pemuda Muhammadiyah Cakru Kembangkan Wirausaha Ayam Kuntara Lewat Program PKMS Universitas Muhammadiyah Jember

Jember- Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jember, melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) dengan fokus pada pemberdayaan Pemuda Muhammadiyah Cakru melalui pengembangan wirausaha budidaya Ayam Kuntara. Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi pemuda berbasis potensi lokal dan kewirausahaan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses modal, keterampilan teknis, serta pendampingan usaha yang selama ini menjadi kendala utama dalam pengembangan sektor peternakan di Desa Cakru. Padahal, potensi budidaya ayam lokal dinilai cukup besar untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan berkelanjutan bagi pemuda.
Tim pengusul yang diketuai oleh Nurhalim, ST., M.Eng., dengan anggota Ir. Sutikno, S.T., M.T., IPP., dan Nely Ana Mufarida, ST., MT., merancang program berbasis kebutuhan mitra. Sebanyak 25 pemuda Muhammadiyah Cakru terlibat aktif sebagai peserta dan mitra kegiatan.
Ketua Umum PCPM Cakru, Nuri Rafsan Zani, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program ini. Ia menilai PKMS sangat relevan dengan kebutuhan pemuda saat ini karena tidak hanya memberikan keterampilan teknis beternak, tetapi juga membangun mental kewirausahaan dan kemandirian ekonomi. Menurutnya, program ini menjadi langkah nyata Pemuda Muhammadiyah dalam berkontribusi pada penguatan ekonomi umat di tingkat desa.
Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi dan pemetaan kebutuhan, penyuluhan dan workshop budidaya Ayam Kuntara, pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, serta pencatatan keuangan sederhana. Selain itu, peserta juga melakukan praktik langsung pendirian unit usaha percontohan sebagai sarana pembelajaran aplikatif.
Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang signifikan. Terjadi peningkatan hardskill budidaya ayam sebesar 45% dan softskill kewirausahaan sebesar 40% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Dari sisi teknis produksi, angka kematian ayam berhasil ditekan hingga 30%, disertai peningkatan produktivitas ternak. Dampak ekonominya terlihat dari kenaikan pendapatan rata-rata peserta sekitar 35% per siklus produksi.
Lebih lanjut, program ini juga berhasil membentuk satu kelompok usaha pemuda yang berkomitmen melanjutkan kegiatan budidaya Ayam Kuntara secara berkelanjutan. Kelompok usaha ini berada di bawah pembinaan Pemuda Muhammadiyah Cakru dan diharapkan menjadi embrio pengembangan industri ekonomi kreatif desa berbasis kearifan lokal dan kewirausahaan.
Melalui kegiatan PKMS ini, Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan perannya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal, khususnya bagi generasi muda, agar mampu mandiri secara ekonomi dan berdaya saing di masa depan.