Inovasi Brownies Batik Khas Jember Tingkatkan Daya Saing Teaching Factory SMK Muhammadiyah 5 Kencong
![]() |
| Brownies Batik Khas Jember inovasi unggulan kreasi siswa |
Jember — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) bertajuk “Pemberdayaan Mitra Teaching Factory SMK Muhammadiyah 5 Kencong melalui Inovasi Brownies Batik Khas Jember Berbasis Kreativitas Budaya Lokal”. Kegiatan ini berfokus pada pengembangan model peningkatan ketahanan dan keamanan pangan berbasis komoditas lokal sekaligus penguatan identitas budaya daerah.
Program pengabdian ini diketuai oleh Sofia Ariyani, S.Si., MT., dengan anggota Nely Ana Mufarida, ST., MT., serta melibatkan dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember. Kegiatan dilaksanakan di Teaching Factory Mulia Bread & Cakes SMK Muhammadiyah 5 Kencong, Kabupaten Jember, dengan melibatkan 20 siswa sebagai mitra utama.
Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah minimnya variasi dan inovasi produk kuliner yang mampu mengangkat identitas budaya lokal Jember. Produk yang dihasilkan sebelumnya dinilai belum memiliki ciri khas yang kuat sehingga kurang kompetitif di pasar. Melalui program PKMS ini, tim pengabdian menghadirkan inovasi produk berupa Brownies Motif Batik Khas Jember yang mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan kreativitas kuliner modern.
Kaprodi Teaching Factory Mulia Bread & Cakes, Johan Alif Ivansyah, S.TP., menyampaikan bahwa program PKMS ini sangat sejalan dengan visi teaching factory sebagai wadah pembelajaran berbasis industri dan kearifan lokal. Ia menilai inovasi brownies bermotif batik khas Jember mampu meningkatkan nilai jual produk sekaligus menanamkan kebanggaan budaya kepada siswa. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk teaching factory.
Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi inovasi produk, workshop pembuatan brownies dengan motif batik khas Jember, pelatihan standar produksi higienis, serta pelatihan digital marketing untuk meningkatkan pemasaran produk. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan siswa.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hardskill pengolahan dan desain produk meningkat sekitar 35%, sementara softskill kewirausahaan dan kreativitas meningkat hingga 40%. Selain itu, inovasi produk ini juga berdampak pada peningkatan nilai ekonomis produk sekitar 30% dibandingkan produk sebelumnya.
Kini, Brownies Motif Batik Khas Jember menjadi produk unggulan Teaching Factory Mulia Bread & Cakes yang tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya lokal. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan teaching factory berbasis kearifan lokal serta mendorong kemandirian dan daya saing lulusan SMK di bidang kewirausahaan pangan.
