Asyirah Fillah, Wanita Dalam Islam Adalah Tiang Negara

Asyirah Fillah, Muslimah Atlet & Pesilat Tapak Suci Kab. Jember
Asyirah Fillah, Muslimah Atlet & Pesilat Tapak Suci Kab. Jember - foto dok. Nizam Firdausi, P.Br
Asyirah Mujahidah Fillah, lahir tahun 1994, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Salah satu senior di Tim Bantuan Medis (TBM) Vertex FK Unej dan Islamic Medical Student Association (IMSAC), dan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) FK Unej.

Aktif berpramuka saat mengenyam pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 3 dan Tapak Suci sejak masih bersekolah di MA Al Ishlah Bondowoso hingga saat ini. Pernah menimba ilmu tari ballet di sanggar tari Nur Ria Shinta Jember dan menjadi salah satu perenang di klub Arowana Kebonagung Jember. Memiliki minat di bidang seni, olahraga, beladiri, dan kegiatan alam bebas.

Di zaman yang makin rentan seperti sekarang ini, kita, utamanya perempuan dirasa wajib memiliki kemampuan beladiri dan bela ideologi. Beladiri dari segala bentuk ancaman terhadap kerusakan fisik dan membela dari segala bentuk ancaman mental.

Tapak Suci merupakan sebuah "One Stop Self-Developing Program" yang mencakup seluruh aspek pendidikan karakter sekaligus beladiri dan bela ideologi. Selain tentunya melatih kemampuan bela diri dari ancaman kekerasan terhadap perempuan, namun juga membela diri dari bermacam bentuk penyakit.

Misalnya, dalam satu sesi latihan, kita bisa dapatkan manfaat stretching, cardio, weight training, latihan ketangkasan motorik dan beladiri praktis sekaligus, dan yang pasti terukur. Oleh karena itu latihan pencak silat Tapak Suci merupakan latihan yang paling 'pas' untuk wanita segala usia.

Gerakan cardio yang berfungsi meningkatkan stamina dengan meningkatkan fungsi jantung dan paru, yang akhirnya akan mencegah penyakit kardiovaskular (hipertensi, stroke, dan sejenisnya), obesitas, diabetes, kolesterol, penyakit muskuloskeletal seperti nyeri punggung, fibromyalgia, bahkan termasuk mencegah kanker payudara serta masih banyak lagi.

Al aqlu-s-saliim fil jismi-s-saliim (dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat), begitulah kira-kira ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bagaimana proses latihan Tapak Suci tersebut.

Dimulai dengan basmallah, diakhiri dengan hamdalah. Tidak ada latihan tanpa doa yang menjadi tradisi Tapak Suci, yang jika diikuti secara rutin, akan membentuk kebiasaan tersebut diluar  rutinitas latihan. Hal ini juga yang akan merasuk ke dalam keyakinan kita, bahwa tidak akan ada kemampuan, kelebihan, kekuatan selain dengan izin Allah.

Pembiasaan dan kebiasaan tersebut tanpa disadari akan membentuk kepribadian yang tawakkal, tawadhu' dan qona'ah, yang merupakan sifat-sifat yang tentunya harus dimiliki seorang muslimah shalihah.

Wanita dalam Islam

Al Maratu Imadul Biladi (wanita adalah tiang negara). Dengan menjadi wanita yang kokoh, sehat akal dan badannya, berarti kita turut ambil bagian dalam mengokohkan negeri ini. Ayo berlatih Tapak Suci, wanita harus kuat, muslimah harus hebat!. (*)


foto Asyirah Fillah for JemberMu
dok. Nizam Firdausi, P.Br