Selamat Datang di Laman JemberMu.com - Portal Resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Jember

Pendampingan Optimalkan Brand Tk Aisyiyah Bustanul Athfal (Aba) Balung Melalui Marketing Mix Dan Tata Kelola Keuangan


Implementasi marketing mix dan tata kelola keuangan di sekolah merupakan dua aspek manajemen penting yang saling terkait untuk mengoptimalkan brand, mencapai tujuan pendidikan dan memastikan keberlanjutan institusi. Brand yang optimal dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat karena semakin banyak masyarakat yang percaya dengan keunggulan dan program-program sekolah maka jumlah siswa semakin meningkat.

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berkomitmen membantu sekolah di bawah naungan amal usaha Muhammadiyah pada wilayah Kabupaten Jember agar lebih berkualitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ketua tim pelaksana PKM, Dr. Feti Fatimah, S.E., M.M. menjelaskan bahwa mitra kegiatan adalah TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Balung. Jumlah siswa TK ABA Balung cenderung menurun padahal letaknya di daerah padat penduduk yang banyak terdapat anak usia sekolah taman kanak-kanak. Jumlah siswa TK ABA Balung mengalami penurunan hal ini menunjukkan tingkat kepercayaa masyarakat pada mutu pembelajaran TK ABA Balung belum tinggi.

Papan nama dan lingkungan sekolah yang masih sederhana dan belum menarik masyarakat sekitar untuk mengenal TK ABA Balung sehingga diperlukan pelatihan dan pendampingan marketing mix dan tata kelola keuangan yang baik untuk mengoptimalkan brand TK ABA Balung. Implementasi marketing mix dan tata kelola keuangan di TK ABA Balung merupakan dua aspek manajemen penting yang saling terkait untuk mengoptimalkan brand, mencapai tujuan pendidikan dan memastikan keberlanjutan institusi.

Brand yang optimal dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat karena semakin banyak masyarakat yang percaya dengan keunggulan dan program-program sekolah maka jumlah siswa semakin meningkat.

Menjawab tantangan ini tim PKM memberikan solusi strategis.

Pertama, pada produk yaitu (a) permasalahan belum tersedia program unggulan yang menjadi ciri khas sekolah, solusi penyelesaiannya adalah (i) Melakukan analisis kebutuhan peserta didik dan orang tua untuk menentukan program unggulan yang relevan (misalnya: sekolah berbasis STEM, tahfiz, bilingual, karakter, atau kewirausahaan). (ii) Mengembangkan 1–2 pilot project program unggulan yang bisa segera diimplementasikan dalam 3 bulan. (iii) Melatih guru agar mampu menjalankan program unggulan melalui workshop internal/kolaborasi pihak luar. (iv) Menyusun panduan operasional program unggulan yang jelas (SOP, modul pembelajaran, indikator keberhasilan). (b) Kurikulum diferensiasi belum dikembangkan, solusi (i) Membentuk tim kurikulum kecil untuk menyusun kurikulum khas sekolah dengan mengacu pada Kurikulum Merdeka. (ii) Menambahkan elemen pembeda seperti project-based learning, integrasi agama/karakter, double language session, atau life skills. (iii) Menyusun alur tujuan pembelajaran (ATP), modul ajar, dan penilaian khas sekolah. (iv) Melakukan uji coba di kelas untuk melihat efektivitas kurikulum sebelum diperluas.

Kedua Harga, yaitu (a) Struktur biaya operasional belum tersusun jelas, solusi penyelesaianya adalah (i) Membuat Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) secara rinci. (ii) Mengategorikan biaya ke dalam biaya tetap (gaji, listrik, internet) dan biaya variabel (bahan ajar, kegiatan, pemeliharaan). (iii) Menggunakan template standar untuk memudahkan penyusunan dan monitoring biaya. (iv) Melakukan evaluasi biaya setiap 3–6 bulan untuk memastikan efisiensi. (b) Skema pembayaran terbatas, solusi penyelesaiannya adalah (i) Menyediakan opsi pembayaran variatif seperti: (ii) Cicilan bulanan/tri wulan/semester. (iii) Diskon early bird atau potongan untuk saudara kandung. (iv) Beasiswa bagi siswa kurang mampu namun berprestasi. (v) Mengadopsi sistem pembayaran digital untuk memudahkan orang tua.

Ketiga Tempat (Place), yaitu (a) Lokasi sekolah tidak berada di area strategis, solusi (i) Mengoptimalkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan meskipun lokasi kurang strategis. (ii) Menambah papan petunjuk arah di beberapa titik jalan utama menuju sekolah. (iii) Membangun kerja sama dengan komunitas sekitar (RT/RW, PAUD, masjid, UMKM setempat) untuk meningkatkan visibilitas. (b) Lingkungan sekolah kurang menarik Solusinya adalah (i) Melakukan revitalisasi ringan seperti penambahan mural edukatif, permainan outdoor sederhana, dan tanaman hijau. (ii) Menata ulang tata ruang kelas agar lebih ceria dan nyaman. (iii) Memaksimalkan ruang terbuka sebagai area bermain dan stimulasi sensorik.

Keempat Promosi, yaitu (a) Informasi kegiatan di media sosial belum rutin Solusinya adalah (i) Menyusun kalender konten mingguan untuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business. (ii) Menugaskan 1 admin khusus atau tim kecil sebagai pengelola media sosial sekolah. (iii) Menampilkan konten variatif: kegiatan belajar, showcase siswa, tips parenting, dan info pendaftaran. (iv) Memanfaatkan fitur live, reels, dan story. (b) Komunikasi dengan orang tua/mayarakat belum terbangun, solusinya adalah (i) Membentuk Parent Community Group untuk meningkatkan komunikasi dua arah. (ii) Melaksanakan program “Open School Day” atau community outreach secara berkala. (iii) Menggunakan aplikasi khusus komunikasi sekolah (misalnya: WA Broadcast resmi, Google Classroom, atau platform lain). (iv) Melakukan survey kepuasan orang tua setiap semester.

Kelima Tata Kelola Keuangan yaitu belum tersedia sistem perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Solusinya adalah (i) Mengembangkan SOP keuangan (pencatatan, verifikasi, pelaporan). (ii) Menggunakan aplikasi sederhana (Excel, Google Sheets, atau software keuangan sekolah) untuk pencatatan transaksi. (iii) Menyusun laporan keuangan bulanan dan tahunan yang bisa diakses oleh pemangku kepentingan sesuai kebutuhan. (iv) Menetapkan mekanisme audit internal setiap akhir semester. (v) Melakukan pelatihan pengelolaan keuangan untuk bendahara dan manajemen sekolah.

Tim PKM yang terlibat meliputi Dr. Feti Fatimah, S.E., M.M., Ibna Kamilia Fiel Afroh, SE., MM., Tria Emilia dan Sofia Alifah. Kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jember.