ADVERTISEMENTS

Jihad Digital Di Era Informasi, Saatnya Berbaris Rapi

Jihad digital di era informasi
Rapat kerja wilayah dan workshop lembaga informasi dan komunikasi pimpinan wilayah muhammadiyah jawa timur 2015-2020, 17/09/2016 di aula lantai 3 pwm jatim.
Informasi, kini mulai disadari oleh pimpinan persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di lingkungan PWM Jawa Timur sebagai salah satu elemen dakwah yang harus diperjuangkan. Bahkan saking pentingnya, dakwah ini diusung sebagai salah satu bagian jihad digital.

"Jihad digital di era informasi," begitulah tema Rakerwil dan Workshop Lembaga Informasi dan Komunikasi (LIK) Pimpinan Wilayah Jawa Timur, Sabtu 17/09/2016 di Aula Mas Mansyur Gedung PWM Jatim, Kertomenanggal Surabaya.

Agenda forum LIK PWM Jatim ini dihadiri oleh 94 peserta yang terdiri dari perwakilan LIK dan Majelis Tabligh PDM se-Jawa Timur, perwakilan ortom serta kontributor portal PWMU.CO.

Diawal acara dalam sambutannya, Najib Hamid selaku wakil ketua PWM Jatim yang membawahi LIK memberikan penekanan betapa pentingnya menjadi sebuah gerakan yang 'solutif'. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat barisan dan potensi kekuatan informasi yang dimiliki oleh persyarikatan.

Bahkan menurut ketua LIK PWM Jatim, Kholid AS menyebutkan bahwa forum kali ini bukan dalam rangka ber-fastabiqul khairat, melainkan merupakan momentum bergandengan tangan dan berdiskusi menghasilkan kekuatan bersama.

Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan dari beberapa narasumber yang berkompeten dalam bidang media publikasi dan jurnalistik. Nasrullah, M.Si, staf khusus Mendikbud memberikan materi pertama tentang gambaran kekuatan media dalam membentuk 'nothing' menjadi 'something', 'no one' menjadi 'some one' begitupula sebaliknya.

Selanjutnya, materi kedua dibawakan oleh Arif Santoso sebagai kordinator liputan Harian Jawa Pos. Mas Arif memberikan pembekalan berupa "rukun pemberitaan" yang wajib diperhatikan oleh para pembuat berita baik media cetak maupun online.

Terakhir, Rohman Budijanto selaku wartawan senior Jawa Pos sekaligus Direktur JPIP memberikan garis tebal bahwasannya berita yang 'diangkat' atau 'naik cetak' melalui berbagai bentuk media harus memiliki unsur penting dan menarik. Serta, wajib dilakukan verifikasi atas kebenaran berita yang dimaksud.

maghfur & fahrudin

Post A Comment

ADVERTISEMENTS