Bagaimana seharusnya puasa bagi ibu hamil dan menyusui?

Bagaimana seharusnya puasa bagi ibu hamil dan menyusui?
Puasa bagi ibu hamil dan ibu menyusui menyusui. Ilustrasi, Arabic Breasfeeding
Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, orang-orang mukmin melakukan ibadah puasa guna mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Namun, tidak semua orang mukmin dapat leluasa melakukan ibadah puasa, dikarenakan berbagai macam kondisi yang tidak memungkinkan untuk berpuasa, tak terkecuali bagi ibu hamil dan menyusui.

Lalu bagaimana puasa bagi ibu hamil dan puasa bagi ibu menyusui dalam tinjauan dunia kesehatan atau medis?.

Menurut dr. Fitriana Putri dari "Klinik dr. Suherman Jember" berpendapat bahwa pada dasarnya ibu hamil maupun ibu menyusui jika ingin menjalankan puasa secara umum tidak membahayakan kesehatan ibu dan anaknya atau janin yang dikandungnya.

Puasa Ramadhan pada hakikatnya hanya memindahkan makan pagi, siang dan malam menjadi buka dan sahur dan waktu di antaranya. “Sebenarnya ibu hamil dan menyusui tetap boleh berpuasa, karena secara umum puasa tidak membahayakan kesehatan ibu hamil dan menyusui. Ibu dan janin tidak akan kekurangan gizi, asalkan mengkonsumsi makanan yang bergizi,” tutur dr. Fitriana Putri, saat ditemui Jembermu.com (07/06) diruang kerjanya.

“Saat buka dan sahur perbanyak makan buah, sayur, madu dan makanan yang banyak mengandung protein. Kemudian perbanyak minum air mineral dan hindari makan makanan yang berminyak karena akan mengakibatkan cepat haus pada siang harinya,” Sambungnya.

Namun, meskipun ibu hamil dan menyusui ingin tetap berpuasa ramadhan, kesehatan kandungan dan bayi yang disusui harus tetap menjadi prioritas.

“Kalau ibu hamil rewel seperti mual muntah, maka tidak bisa dipaksakan untuk berpuasa, kemudian ibu menyusui yang anaknya dibawah 6 bulan, ini berat sekali mengingat ini priode ASI eksklusif, karena khawatir akan mempengaruhi kualitas ASI. Akan tetapi jika ibu hamil dan menyusui sehat-sehat saja, maka tidak apa-apa berpuasa,” kata dr. Fitri.

Pemaparan dr. Fitri diatas memberikan kejelasan akan kontroversi atas puasa bagi ibu hamil dan menyusui yang selama ini banyak menjadi perdebatan di sosial media. Intinya, kesehatan ibu dan janin (anak) tetap harus menjadi prioritas. Jika ada keraguan, ada baiknya untuk memeriksakan diri terlebih dahulu pada bidan atau dokter kandungan terdekat.

Juga, asupan nutrisi bumil (ibu hamil) dan ibu menyusui yang memutuskan untuk berpuasa harus terjamin sebagaimana yang disarankan diatas. Konsumsi makanan sehat kaya gizi dan hindari makanan rendah nutrisi. (red/fhr.)


Reporter Kamiludin
Ilustrasi Google Image