Bayang-bayang Kiblat, Waktunya meluruskan Arah kiblat

Cara meluruskah arah kiblat saat matahari diatas kakbah atau masjidil haram
Cara meluruskah arah kiblat saat matahari diatas kakbah atau masjidil haram. Photo : Kakbah at Google image.
Syukur Alhamdulillah, nikmat ilmu pengetahuan memberikan kemudahan bagi kita umat Islam untuk beribadah lebih baik serta senantiasa memperbaiki keimanan pada Allah SwT.

Salah satu nikmat pengetahuan tersebut diantaranya seputar ilmu hisab dan falak. Melalui ilmu tersebut kita dapat mengetahui kebesaran Allah melalui perhitungan-perhitungan yang Maha Sempurna, Maha Presisi.

Sebagaimana dalam rilis yang juga dicantumkan dalam kalender resmi Muhammadiyah, pada tanggal 27 Mei 2016 dan 15 Juli 2016 merupakan tanggal dimana matahari berada tepat diatas masjidil haram.

Meski tidak tepat berada di atas kakbah, namun hal ini disebut pula dengan istilah bayang-bayang kiblat. Karena setiap bayangan benda tegak lurus dipenjuru bumi manapun pada bidan diatar mengarah pada arah kiblat.

Menurut hasil hisab yang dilakukan oleh Ust. Drs. Oman Fathurrahman, M.Ag dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah (dalam SMO, matahari akan berada di atas masjidil haram tepatnya sebelah selatan kakbah pada tanggal 27 Mei 2016 pukul 16.18 WIB dan menyesuaikan untuk WITA dan WIT konversi waktu selisih 1 jam lebih cepat.

Sedangkan pada tanggal 28 Mei 2016 masih bisa dilakukan untuk kita yang ketinggalan tidak dapat melakukan upaya meluruskan arah kiblat pada hari sebelumnya. Pada tanggal ini, posisi matahari ada di atas masjidil haram sebelah utara kakbah.

Anda ketinggalan untuk dua waktu diatas atau kondisi langit selalu mendung pada tanggal 27 dan 28 Mei 2016?, Jangan risau, karena masih ada satu kesempatan lagi ditahun ini yakni pada tanggal 15 Juli 2016 pukul 16.27 WIB. Persiapkan sedari sekarang agar prosesi menentukan arah kiblat menggunakan metode bayang-bayang matahari menjadi lebih optimal.

Berikut cara meluruskan arah kiblat menggunakan metode bayang-bayang kiblat, antara lain :

  1. Pastikan anda menggunakan waktu standar (Time Standard), cocokkan dengan waktu yang ada di halaman Time & Frequency Laboratory LIPI'.
  2. Persiapkan alat sebagai penanda, yakni, bidang datar, tongkat lurus yang ditancapkan tegak keatas atau bisa juga menggunakan tiang bendera yang tegak lurus.
  3. Pada waktu yang telah ditentukan, bayang-bayang yang terjadi mengarah tepat ke arah kiblat. Digores ditanah atau menggunakan penanda cat/spidol pada bidang yang telah disiapkan.
  4. Untuk membentuk sebuah barisan shaf bisa menggunakan penggaris siku 90 derajat lalu ditarik garis lurus ke samping kanan dan kiri.

Metode semacam ini untuk melengkapi khazanah metode penentuan arah kiblat selalin menggunakan kompas atau alat penunjuk arah. Cara semacam ini lebih mudah dicerna atau dipahami oleh masyarakat awam sekalipun. Dan, memiliki efek rasa lebih mantap saat beribadah khususnya ibadah sholat. (red/fhr)