ADVERTISEMENTS
Lazismu Jember

Dakwah On The Road Ala SMP MUHATA Tanggul

Dakwah On The Road SIswi SMP MUHATA Tanggul melatih keberanian berbicara di depan umum
Ada yang tak biasa siang itu di Pasar Tanggul Jember. Terlihat 2 anak berhijab sedang berbicara lantang di depan para pedagang.

Assalamu’alaikum Ibu, bolehkah saya minta waktunya sebentar, saya akan ngasih tausiyah tujuh menit saja,” kalimat tersebut diucap dari mulut kecil Sofiana Kurniasari siswa kelas VIII A SMP Muhammadiyah 04 Tanggul (SMP MUHATA) kepada Hj.Nur Masturoh, salah seorang pedagang di Pasar Tanggul Jember.

Begitu mendapat ijin, Mbak Sofi panggilan akrabnya pun langsung memberikan tausiyah dengan penuh semangat. Tak hanya Mbak Sofi, ada juga temannya Nafla Sabilah Firdausi yang juga mengikuti kegiatan kultum ini.

Ya, itu merupakan sebuah program baru SMP MUHATA Dakwah On The Road yang merupakan follow up dari ekstrakurikuler muhadlarah. Kegiatan muhadlarah di sekolah ini sendiri diadakan setiap hari Rabu pukul  13.00 – 15.00, sebagai kegiatan yang mengisi full day school. Setelah siswa dinilai  cukup mampu berpidato di hadapan teman – temannya (lingkungan sekolah), maka mereka diajak untuk bertausiyah di luar sekolah atau tempat keramaian seperti  pasar, stasiun dan lain-lain.

“Banyak nilai – nilai yang bisa diambil manfaatnya oleh anak- anak," ujar Zainul Hasan, SPd, Humas SMP MUHATA.

Menurut Zainul, selain melatih keberanian anak berbicara dengan santun pada orang yang tidak dikenal, juga untuk melatih rasa percaya diri dan keberanian bertausiyah di depan umum. Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking sangat dibutuhkan dalam setiap kegiatan dan profesi di masyarakat lanjut Zainul. Paling tidak,ketika anak –anak mempunyai bekal publik speaking akan lebih memudahkan ketika mereka terjun di masyarakat kelak.

Rencananya ini akan jadi program rutin setiap dua minggu sekali, dimana  anak-anak tausiyah di jalan serta di tempat keramaian.

Sementara Sofi,salah seorang siswa yang berdakwah on the road mengatakan, ”Awalnya saya malu, berbicara dengan orang yang tidak dikenal kemudian bertausiyah. Akan tetapi, lama kelamaan muncul percaya diri dan alhamdulillah saya bisa bertausiyah dengan lancar tadi”.

Hj.Nur Masturoh pedagang di Pasar Tanggul memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Beliaupun berharap kegiatan ini ,menjadi pembeda antara SMP Muhammadiyah 04 Tanggul dengan sekolah yang lainnya. Beliau juga berharap lahir dai – dai masa depan yang disegani ummat seperti Ustadz Abdul Somad lahir dari SMP MUHATA. hum
jilbab terbaru

Post A Comment

ADVERTISEMENTS
Umroh Ramadhan 2018