ADVERTISEMENTS
Lazismu Jember

Palestina Dan Al-Quds, Milik Siapa?

Konflik Negara Palestina dengan Zionis Israel akan terjadi hingga akhir zaman
Siapakah Pemilik Tanah Palestina?

Donald Trump, Preseden Amerika mengakui Yerussalem (al-Quds) sebagai ibu kota Israel. Tindakan ini dikecam oleh seluruh umat islam di dunia, karena bagi umat islam Yerussalem adalah tanah suci ketiga umat Islam. Yerussalem adalah tanah umat Islam.

Sejarah panjang penjajahan Israil terhadap Palestina oleh dunia seolah dianggap bukan penjajahan. Kelicikan Israil dengan propagandanya bisa mengambil tanah-tanah palestina dan Arab lainya. Tidak hanya itu, Israil juga menjungkir balikkan fakta dan opini dunia. Ketika warga palestina yang ditindas dan dijajah mengadakan perlawanan, oleh media barat itu dianggap terorisme. Bagimanakah orang yang menjajah dianggap sebagai pahlawan perdamaian dengan nobel perdamaian dan sedangkan orang yang terjajah disebut teroris hanya karena melawan penjajahan.

Ada kekuatan besar dibalik keberanian Israil menjajah Palestina. Begitu pula ketika Israil berperang dengan Arab. Ada kekuatan dibalik Israil. Yaitu Amerika dan Inggris. Meskipun telah dilakukan perundingan berkali-kali namun itu tidak menjadikan damai antara kedua negara. Penyebabnya adalah penjajahan Israil kepada Palestina yang dianggap bukan sebagai penjajahan. Israel berdalih itu adalah tanah mereka sehingga mereka punya hak. Tapi dalam kenyataanya mereka merampas secara paksa palestina.

Israil dengan kelicikanya terus bersembunyi dibekalang Amerika, Inggris dan PBB untuk menguasai Palestina. Pembunuhan dan perambasan tanah yang mereka lakukan seolah mendapat persetujuan dari Amerika, Inggris dan PBB. Dunia seolah tak berdaya menghadapi kesewenangan Israil.

Siapakah penduduk asli palestina sebenarnya. Apakah orang palestina saat ini ataukah orang yahudi. Untuk mengetahui itu maka kita perlu menelusuri sejarah awal penduduk palestina. Apakah yahudi yang sekarang merampas tanah palestina adalah mereka yang berhak atas tanah palestina. Bukankah dia pernah keluar dari palestina. Lalu kenapa dia harus kembali lagi? Bagimanakah fakta penjajahan zionis Israel atas palestina? Dari sejarah ini kita akan mengetahui siapakah penduduk asli tanah Pelestina. Kami akan mengulas berbagai permasalahan di atas dengan penelitian pustaka yang mengambil data dari buku, arikel, berita baik dari koran maupun internet.

Penduduk Asli Tanah Palestina

Sebuah penelitian beberapa tahun yang lalu membuka mata dunia akan penduduk asli tanah Palestina, yaitu bangsa Filistin. Sebuah penggalian terhadap makam kuno milik imigrasi pertama yang datang ke tanah Palestina. Dari hasil penelitian terhadap makam kuno orang Palestina yaitu Bangsa Filistin, dinyatakan bahwa imigran yang pertama kali datang k ke wiliayah Palestina adalah bangsa Filisin yang berasal dari wilayah Aegean disekitar Yunani dan Turki. Pennggalian itu dilakukan selama 30 tahun oleh Lembaga Leon Vey Expedition. Penggalian itu dirahasiakan selama 3 tahun untuk menghindari aksi penolakan Yahudi ortodoks.

Bila menengok sejarah penduduk asli palestina bukan Israel. Ada yang mengatakan Penduduk palestina asli adalah Bangsa Kan’an anak cucu dari Kan’an. Mereka ke tanah Palestina sekitar 2500 Sebelum Masehi inilah bangsa palestina yang asli pertama kali. Mereka datang jauh Jauh sebelum bangsa Israel klasik datang ke tanah palestina (14 SM). Mereka disebut Bangsa Kan’an. Ada pula yang mengatakan dengan bangsa philistin.  Ada yang megatakan bahwa bangsa asli Palestina adalah keturunan Ham bin Nuh. Bangsa Kan’an kemudian melebur menjadi satu dengan para pendatang dari asia kecil tersebut hingga kemudian mereka disebut bangsa Philistin atau bangsa asli Palestina. Sedangkan bangsa yahudi tidak melebur dengan penduduk asli. Maka dari sini dapat dilihat bahwa bangsa asli palestina bukanlah Yahudi. Inilah sejarah Bangsa Palestina klasik dan Yahudi klasik sebelum adanya Bangsa Palestina Modern dan Yahudi Modern.

Ketika Yahudi masuk ke tanah palestina, bangsa philistin (penduduk asli palestina) berdiam di pantai bagian selatan. Kemudian ketika terjadi perang antar bangsa Philistin dan Israel, bangsa philistin harus bergeser ke utara karena kalah perang. Bangsa Philistin tetap tinggal dan menetap di tanah palestina, mereka hanya bergeser dan tidak keluar dari tanah Pelestina. Yahudi menganggap palestina sebagai tanah airnya. Menurut klaim keyakinan agama mereka, tanah palestina adalah tanah yang dijanjikan kepada ibrahim yang notabennya adalah bapak dari bangsa Arab dan Israel.

Bangsa Israel masuk ke tanah palestina sekitar 1400 SM. Sejarah dan asal usul Bangsa Israil erat kaitanya  dengan Nabi Ya’qub.  Sebutan Israel, orang atau Bani Israel (Israiliyun), adalah sebutan yang dinisbatkan kepada nama bapak mereka, yaitu Ya‘qub ibn Ishaq ibn Ibrahim.

Negara Israel klasik didirikan pada zaman Raja Thalut Dan Nabi Daud AS. Dimana Nabi Daud ikut berperang dengan Tahalut melawan Jalut. Kemudian Nabi Daud menjadi raja memimpin Bani Israel.Nabi Daud dianggap sebagai pendiri kerajaan bani Israel. Dari sinilah negara Israel Modern mengklaim bahwa mereka lah yang paling berhak atas tanah palestina.

Masa pemerintahan Nabi Dawud AS dan Nabi Sulaiman adalah puncak kejayaan kerajaan Bani Israel. Selama masa pemerintahan Nabi Sulaiman yang berlangsung 40 tahun, Bani Israel mengalami kemakmuran dan kebahagiaan. Pusat kerajaan adalah di palestina. Pada masa itu dibangun bangunan yang indah, istana yang megah, kota-kota yang banyak dan megah serta benteng-benteng yang kokoh serta tentara yang terdiri dari pasukan jin, manusia dan burung-burung.

Israel kuno Terusir Dari Tanah Palestina

Setelah meninggalnya nabi Sulaiman, kerajaan Bani Israel terpecah menjadi dua kerajaan yang saling bertikai. Kedua kerajaan itu adalah Pertama, Kerajaan Yehuza (Judah) di Selatan dengan ibukotanya Yerusalem (al-Quds). Negara/kerajaan ini dipimpin oleh Rehoboam ibn Sulaiman. Ia dibaiat dan didukung oleh dua suku Bani Israel, yaitu Yehuza dan Benyamin yang tinggal berdomisili di wilayah Selatan dan di sekitar Yerusalem. Raja dari negeri ini kasar sehingga sebagian besar penduduknya tidak mendukungnya.

Kerajaan kedua adalah kerajaan Israel yang pusat ibu kota kerajaannya di Syakim, Terzah dan terakhir di Samirah. Kerajaan ini diperkirakan hidup berkembang antara 923-722 SM dan menempati 72 % wilayah Bani Israel. Kerajaan ini musnah setelah diserbu oleh Sargon II, raja Assyria, dengan rajanya yang terakhir adalah Hosea ibn Elah. Dengan penyerbuan ini maka berakhirlah semua kerajaan Bani Israel, kekuasaan mereka berada di tangan Kerajaan Assyria yang menunjukkan seorang Gubernur Assyria untuk mereka. Raja Sargon II membuat kebijakan agar seluruh suku bani Israel diasingkaan dan ditempatkan di lembah sungai Eufrat.

Kerajaan Bani Israel di Selatan yaitu Yehuza juga mengalami nasib yang sama. Pusat pemerintahan mereka yaitu ibukota Yerusalem (al-Quds), pada tahun 606 SM diserbu pula oleh Nebukhadnesar. Pada penyerbuan ini, banyak penduduk yang terbunuh. Rajanya yang terakhir di sana Yahwakin ibn Bawakim dan keluarganya juga diasingkan ke Babilonia, Irak. Di tempat pengasingan ini para bekas pimpinan kerajaan Yehuza melakukan pemberontakan, maka Sargon II raja Assyria melakukan penyerbuan hingga hancurlah pula mereka. Maka pada tahun 586 SM berakhirlah semua kerajaan bani Israel. Tahun tersebut disebut juga dengan tahun kehancuran dan kelenyapan pertama kerajaan-kerajaan Bani Israel.

Setelah masa kehancuran itu bani Israil silih berganti dikuasai oleh berbagai bangsa lain di antaranya kerajaan Babilonia antara tahun 586-538 SM, kerajaan Persia antara 538-330 SM, kerajaan Yunani antara tahun 330-200 SM, Dinasti Seleucid antara tahun 200-167 SM, Dinasti Seleucid dan Maccabee antara tahun 167-63 SM, dan Imperium Romawi antara tahun 63 SM sampai 638.

Pada tahun 70 M dan tahun 135 M tentara Romawi membakar dan merusak Jerussalem. Bangsa Yahudi dihancurkan dan diusir keluar dari tanah Palestina. Setelah menghancurkan dan mengusir palestina kemudian romawi memberi nama daerah itu dengan nama Palestina. Romawi sengaja memberi nama itu karena bangsa philistin adalah musuh keturunan israel. Hal itu juga membuktikan bahwa nama Philistin sudah ada sejak sebelum Yahudi. Sejak saat itulah bangsa Yahudi sebagai bangsa yang tidak bertanah air. Mereke bertebaran di seluruh penjuru dunia. Kemudian Bangsa Arab masuk ke tanah palestina dan berbaur dengan warga asli palestina.
Hubungan palestina, Islam dan Arab

Pada tahun 638 umat Islam berhasil merebut Palestina dari Romawi. Perkembangan selanjutnya palestina menjadi bagian dari tanah arab dan warganya mayoritas beragama Islam. sejak saat itulah tanah palestina identik dengan Islam dan merupakan bagian dari Arab. Sejak zaman itu, Islam menjadi agama yang dianut oleh masyarakat yang berdomisili di Palestina dan tanah Palestina menjadi bagian dari Arab. Adapun agama lain tetap dibiarkan tumbuh dalam toleransi. Tanah palestina kemudian dikuasa oleh bani Umaiyyah, kemudian bani Abasyiah. Setelah itu dikuasai kerajaan Mamalik dan Turki Utsmani. Turki Utsmani menguasai tanah palestina dalam kurun yang sangat paling lama.

Memasuki abad 19 dan 20 kekuasaan Turki Utsmani lemah dan kalah perang dengan Inggris. Akibat dari kekalahan Turki Usmani dalam perang, Palestina berpindah tangan dari Turki Usmani ke Imperialisme Inggris pada tahun 1917, Adapun penggunaan nama palestina sebagai konsep nasionalis orang arab berbahasa Palestina lokal mulai sebelum pecah perang dunia I. Karena sejatinya nama palestina merujuk kepada bangsa asli mereka yaitu Philistin.

Sebelum negara israel modern berdiri kekuasaan tanah palestina sudah berada di tangan bangsa palestina. Walaupun tanah palestina dikuasai inggris namun Inggris memberikan mandat kepengurusanya kepada orang Palestina. Yang pertama kali mendapat mandat ini adalah kamil al-Husayni, seorang mufti di Yerussalem. Dialah orang arab palestina yang pertama kali mendapat mandat dari Inggris atas tanah palestina. Selanjutnya beliau diganti Amin al-Husseini. Untuk selanjutnya Inggris memberikan mandatnya kepada Yahudi melalui deklarasi Belfour yang membuat penduduk Palestina melakukan perlawanan berupa pelarangan penjualan tanah kepada Yahudi dan beberapa perlawanan laianya.

Tidak semua Yahudi adalah Zionis. Ada beberapa sekte yahudi yang menolak zionisme. Salah satunya adalah Sekte Yahudi Naturei karta yang pendukung nomor satu berdirinya negara palestina merdeka. Mereka gigih meneriakkan perdamaian Israel-Palestina


Ketidakadilan Dunia “media” Atas Penjajahan Israel Di Palestina

Untuk menguasai tanah palestina, Israel merancang untuk menjatuhkan umat Islam. Dalam hal ini kekuasaan Islam yang kuat adalah Turki Ustmani, karena wilayah palestina saat itu berada di tangan Turki Utsmani. Memasuki awal abad ke-20, pasukan Turki Utsmani tidak dapat berbuat banyak dalam menghadapi agresi negara-negara Eropa, dalam hal ini otak dibalik itu semua adalah Yahudi. Faktor lain karena umat Islam tidak berupaya mempertahankan persatuan untuk seluruh umat Islam (Pan-Islamisme). Umat Islam justru termakan isu konsep negara bangsa (nation state) yang dipropagandakan oleh Barat. Maka imbasnya adalah di penghujung abad 19, dan hingga awal memasuki abad 20, umat Islam amat tergiur dengan kemerdekaan negerinya masing-masing.

Dari sini dapat digambarkan bahwa Turki Utsmani mendapat serangan dari eksternal dan internal. Serangan dari eksternal yaitu dari yang ingin menjarah sebagian wilayah kekuasaannya. Sedangkan permasalahan dari dalam Umat Islam yang sudah amat tertarik untuk melepaskan diri dari kepemimpinan dan kekhalifahan Turki Utsmani. Dua hal inilah yang membawa petaka bagi kehancuran umat Islam dalam upaya mempertahan diri dari serangan Barat. Maka termasuk di dalamnya adalah palestina yang ingin melepaskan dari Turki Utsmani kemudian mereka menghadapi Zionis Yahudi yang “pulang kampung” dari perantauan lama keturunan mereka di berbagai negara Eropa dan Amerika.

Pada tahun 1897 M Yahudi mendirikan organisasi Zionis Dunia (World Zionist Organization). Tujuan utama organisasi ini adalah mendirikan Negara bagi bangsa Yahudi di tanah Palestina. Rencana Zionis ini diprakarsai oleh tokoh Zionis (Chief Zionist Negotiator), Dr. C. Wheizman dan mendapat dukungan dari Zionis British atau Britain (Inggris). Berbagai cara dilakukan Zionis untuk mendirikan negara. Mulai dari promosi atau mengajak orang Yahudi untuk pulang ke tanah mereka, menguatkan jalinan kebangsaan antara mereka hingga membentuk kekuatan militer.

Pada tahun 1917 menteri luar negeri Britania Raya atau Inggris, Arthur James Balfour menyetujuai pendirian Negara Israel di Palestina. Surat persetujuan ini kemudian dikenal dengan Deklarasi Balfour. Deklarasi Balfour membuat Yahudi di seluruh dunia semakin bersemangat, terutama di Eropa Timur untuk menyokong upaya mewujudkan bagi Yahudi di Palestina memiliki negara merdeka yang diberi nama Israel.

Sebelum adanya Deklarasi Balfour Yahudi sedah berusaha keras untuk menguasai palestina. Salah satu cara yang ditempuh adalah membeli tanah di Palestina dan usaha lainnya sebagai provokasi. Janji Balfour penuh dengan kezaliman, ketidakadilan terhadap hak-hak bangsa Palestina; perampasan tanah.

Palestina baru berpindah tangan dari orang Arab-Islam kepada orang-orang Yahudi setelah mereka mendeklarasikan Israel sebagai satu Negara merdeka pada tanggal 15 Mei 1948. Setelah berdiri Israel terus berperang dengan Negara Arab lainya untuk memperluas wilayahnya. Seperti peperangan pada 1967, yaitu peperangan antara Israel dan beberapa negara Islam, seperti Mesir, Yordania, Suriah, Bairut, Arab Saudi, Irak dan Palestina. Gabungan Negara-Negara Islam itu  tidak dapat berbuat banyak. Bahkan semakin memperkokoh keberadaan Negara Isarel.

Palestina dengan senjata seadanya mendirikan beberapa organisasi untuk membebaskan mereka dari cengkraman penajajah Israel diantarnya adalah Fatah, Hamas organisasi pembebeasan palestina (PLO). Israel terus berusaha mengusir, menghancurkan dan melenyapkan bangsa palestina dari tanah Palestina. Berbagai perjanjian ditandatangani tapi itu tidak membuat Israel berhenti untuk menguasai tanah Palestina. Namun dunia menganggap hamas sebagai organisasi teroris, padahal organisasi itu berdiri untuk membela palestina dari penjajahan Israel. Itulah ketidakadilan dunia.

Wilayah palestina semakin mengecil dari tahuan ke tahun. Dan terus mengalami peperangan dan blokade militer. Pada tahun 2007 Jalur Gaza di blokade dari darat, laut, dan udara oles israel. Wilayah daerah ini tidak mencapai setengah luas Jakarta dan padat di huni oleh lebih dari 1,5 juta populasi. Penduduknya dipaksa bergantung hidup dari bantuan kemanusiaan yang aksesnya juga dibatasi oleh tentara Israel. Banyak orang menyebut wilayah jalur pantai ini sebagai “Penjara paling besar di dunia” (the biggest prison in the word).

Penjajahan israel di palestina dan isolasi yang dilakukanya membuat bangsa palestina kesulitan dalam melakukan perlawanan. Salah satu hal yang dilakukan palestina atas penjajahan dan penindasan itu adalah dengan turun ke jalan dan membunuh tentara atau polisi Israel. Hal ini dilkakukan setelah munculnya banyak pembunuhan dan penyerangan Israel atas Palestina.

Israel dan dunia menganggap apa yang dilakukan Palestina sebagai teroris. Padahal mereka hanya melakukan pertahanan. Apa yang dilakukan palestina ini membuat warga israel dihantui ketakutan. Sementara dunia seolah menutup mata atas apa yang dilakkan israel tetapi membela israel dari aksi balasan palestina. Seperti pandangan Diploma Rusia atas Israel yang menganggap gelombang kekerasan Palestina atas Israel tidak memberi harapan perdamaian. Itulah ketidakadilan dunia atas palestina. Mereka selalu menganggap Palestina melakukan kejahatan tetapi menganggap apa yang dilakukan Israel sebagai sebuah pembelaan.

Bahkan kita melihat ketidakadilan itu datang dari media Indonesia. Seperti dilaporkan bahwa Tempo memberitakan pasukan Israel dilaporkan tengah melancarkan serangan ke Gaza palestina. Serangan itu dilakukan setelah serangan roket dari Gaza yang menerjang wilayah yang tidak berpenghuni di Sdrot, Israel. “Jum’at 24 April 2015 Tank-Tank Israel dikerahkan untuk menembaki  sebuah kamp pelatihan militer Gaza di utara milik sayap militer Hamas. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Peter Lerner, melalui akaun twiternya mengatakan: dalam menanggapi serangan roket terhadap israel,#IDF menargetkan infraktuktur teroris di #gaza utara”

Sementara itu umat Islam tidak bisa berbuat banyak. Apa yang dilakukan baru sebatas baikot. Dalam konferensi tingkat tinggi darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jakarta dikeluarkan Jakarta Declaration yang berisi pemboikotan barang-barang yang diproduksi Israel di sekitar wilayah pendudukan pelestina, di jalur Gaza.

Dampak Penjajahan Israel Atas Tanah Pelestina

Setelah memproklamasikan kemerdekaanya, Israel terus menerus melakukan teror dengan memperluas wilayahnya. Mereka terlibat peperangan dengan Bangsa Arab lainya. Selain itu dari dalam negeri yaitu tanah palestina mereka terus menerus merampas tanah milik warga untuk diakuai sebagai tanah mereka. Israel mendapat dukungan dari inggris dan amerika hingga mereka dengan leluasa menjajah palestina.
Dua tahun lalu, yaitu 7 juli 2014israel melakukan agresi mengerikan selama 51 hari melalui darat, laut dan udara terhadap rakyat Gaza. Yang menargetkan 1,8 Warga Gaza. Akibat serangan itu 2.310 warga palestina meninggal. Menurut PBB 236.375 (lebih 11% dari populasi gaza) yang mengungsi dan berlindung di pbb

Di tahun 2015 Israel melakukan penyerangan terhadap palestina yang menewaskan 178 warga Palestina dan 16.200 lainnya luka.  Sementara itu selama aksi intifadah rakyat Palestina di tepi barat dan gaza ada 143 warga palestina yang meninggal. Israel menghancurkan 539 rumah palestina dan memaksa 742 warga sipil  meninggalkan rumah. Polisi Israel menahan 2.297 Warga Palestina sepanjang 2015.  Israel juga melarang 297 warga palestina masuk  Masjidil Aqsa.

Israel terus mengintimidasi palestina, di antaranya warga Palestina dilarang memasuki jalan-jalan tertentu di kota Hebron. Akses warga palestina sangat dibatasi. Menurut anggota parlemen inggris desmond swayne, perlakuan israel itu dengan sebutan apatheid.

Israel dengan dukungan Amerika, Inggris dan negara besar lainya terus memprofokasi palestina dan menjarah tanah palestina. Jutaan orang harus mengungsi karena tanahnya diambil oleh Israel. Sementara itu PBB tidak berbuat banyak. Berbagai perjanjian yang dilakukan hanya menguntungkan Israel.

Di tahun 2016 ini, Pemerintah Israel berencana membangun 500 pemukiman khusus Yahudi di sekitar Yerussalem Timur. Padahal tanah tersebut adalah tanah palestina yang diduduki Israel. Berbagai pihak Israel terus berkoordinasi untuk membangun kota tersebut. Sementara itu koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian di Timur Tengah hanya bisa mengatakan bahwa apa yang dilakukan israel bisa mengancam perdamaian di di timur tengah.

Bangsa Arab yang tinggal dan menjadi warga negara Israel ada 20 persen. Mereka menjadi bangsa minoritas. Meskipun mereka mempunyai hak pilih namun mereka tidak akan mampu menggeser ideologi ultranasional, yang menolak persamaan hak untuk minoritas palestina di israel atau warga palestina di wilayah yang didudukinya. Sementara itu perdana menteri Israel akan berusaha dengan segala cara untuk mencegah terbentuknya sebuah negara palestina.

Petugas koordinasi hubungan kemanusiaan PBB mengungkapkan, Otoritas Israel telah menghancurkan banguban 726 bangunan palestina dan menggusur 1.020 warga pelestina tahun ini. Angka tersebut mengalami lonjakan 25% dari tahun sebelumnya.

Berita terbaru dari Israel adalah Minggu 12 november 2016 komite kementrian zionis Israel untuk legislatif sepakat untuk mengajukan larangan adzan menggunakan pengeras suara. Ternyata dibalik pelarangan itu adalah keluarga Perdana Menteri Yahudi Benjamin Netanyahu. Tepatnya salah satu anaknya. Demikianlah penelurusan korespondensi al-Arabiyah dari media Yahudi.

Sehari setelah pelarangan Adzan, Israel mendapat adzab dari Allah berupa kebakaran hebat.  Api bahkan menghancurkan gedung-gedung, rumah, mobil. Api sudah menjalar ke segala penjuru israel hingga membuat mereka mengemis kepada dunia. Sementara itu ribuan warganya harus mengungsi untuk menghindari ancaman kebakaran.

Itulah kelicikan Israel yang menjajah Palestina. Membunuh, mengusir, menahan, memblokade palestina. Namun dunia menutup mata dari itu semua. Namun tatkala Palestina melakukan perlawanan atas penjajahan itu dunia semua membela Israel. Itulah ketidak adilan dunia atas bangsa Palestina.

KESIMPULAN
Dari pemaparan diatas dapat kita simpulkan beberapa poin yaitu:
1. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Penduduk asli tanah palestina adalah suku kan’an, kemudian setelah itu datanglah Yahudi. Bangsa kan’an kemudian berfungsi dengan bangsa pendatang dari asia kecil yang kemudian bangsa itu dikenal dengan sebutan Philistin. Ketika islam masuk ke tanah palestina pada zaman Umar bin Khattab mereka kemudian masuk islam hingga kini. Inilah penduduk asli palestina.
2. Bangsa Israel pernah dihancurkan dan di usir dari tanah palestina pada tahun 70 M dan tahun 135 M oleh Romawi. Sejak itu mereka meninggalkan tanah palestina dan bertebaran di dunia tanpa tanah air, sedangkan bangsa palestina tidak pernah meninggalkan tanah palestina.
3. Abad 19 dan 20 Bangsa Yahudi melalui gerakan Zionis Yahudi datang lagi ke tanah palestina untuk mendirikan negara dan mengusir paksa bangsa palestina. Israel menjajah palestina dengan dalih pulang ke tanah air.
4. Akibat penjajahan itu. jutaan warga palestina meninggal, dipenjarah, mengungsi dan kelaparan. Bertahun-tahun mereka menderita. Sedangkan dunia tidak membela dan simpati kepada palestina.

ditulis oleh M. Ainur Rha'ien, MThI (Anggota Majlis Tarjih & Tajdid PDM Jember)

Post A Comment

ADVERTISEMENTS
Ready stock jilbab syari terbaru