ADVERTISEMENTS

Pidato Kebangsaan Ketua PDM Jember Mantapkan Komitmen Muhammadiyah

Pidato Kebangsaan Ketua PDM Jember di Gedung Ahmad Zainuri UNMUH Jember
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, KH. Kusno, SAg, M.Pd.I dalam pidato kebangsaan memperingati kemerdekaan Republik Indonesia di hadapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember serta warga Muhammadiyah Jember memaparkan beberapa poin penting berkaitan dengan masalah kebangsaan saat ini.


KH. Kusno mengingatkan seluruh warga Muhammadiyah bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia saat ini bukan merdeka untuk dapat melakukan segala hal di luar batas.


“Manusia itu hidup terikat dan tidak merdeka, setidaknya secara azzali dan insaniyah,” ungkap KH. Kusno.


Secara azzali, manusia memiliki kewajiban dengan melaksanakan ibadah kepada Allah SwT. Sementara secara insaniyah, manusia melakukan kesepakatan, perjanjian dan komitmen dengan sesamanya yang tidak bisa gugur kecuali salah satu pihak menselisihi perjanjian, kesepakatan dan komitmen itu.


Kemudian, KH. Kusno juga menjelaskan komitmen Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Muhammadiyah menurut Muktamar ke-47 di Makassar yang lalu sudah mensepakati Indonesia merupakan negara dar al-ahdi wa syahadah wa salamah. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan konsensus bersama yang menurut KH. Kusno, harus dijaga serta dirawat.


“Muhammadiyah baik secara personal dan kelembagaan sudah seharusnya jadi pelopor nilai-nilai luhur Pancasila yang harus dihormati,” ujar KH. Kusno


Menanggapi serangan terhadap Muhammadiyah baik secara organisasi maupun kepada perseorangan yang mewakili Muhammadiyah, Ketua PDM Jember mengingatkan bahwa itulah tantangan gerakan Islam amar makruf nahi munkar yang jadi ciri khas Muhammadiyah.


“Semua perbuatan kebencian, permusuhan harus ditanggapi dengan cara yang baik, idfa’ billati hiya ahsan,” jelas pria asal Lamongan ini.


Menurut KH. Kusno, dalam gerakan dakwahnya Muhammadiyah harus mampu menampilkan fungsi sebagai rahmatan lil alamin dengan cara yang santun, serta mengembangkan dimensi insaniyah yang pemaaf. Tak lupa pula menyelesaikan segala sesuatu dengan bermusyawarah dalam muamalah duniawiyah.


“Jadi sejatinya apa yang dilakukan Muhammadiyah dari dulu hingga sekarang merupakan pencerminan dari sila-sila Pancasila,” pungkas KH. Kusno.

Pidato kebangsaan ini dilaksanakan dalam acara Kuliah Umum di Gedung Ahmad Zainuri Unmuh Jember pada Ahad (13/8/2017) kemarin yang dihadiri oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan Mendikbud Muhadjir Effendy ● maghfur

Post A Comment

ADVERTISEMENTS