Trilogi Muhammadiyah, Karakter Dakwah Muhammadiyah

KH. Kusno, MPdI ketika mengenalkan konsep Trilogi Dakwah Muhammadiyah di hadapan peserta MUSYPIMDA
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, KH. Kusno, MPd.I saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Pimpinan Daerah (MUSYPIMDA) Muhammadiyah Jember 2017 pada Ahad (14/5/2017) di Gedung G Unmuh Jember mengatakan bahwa warga Muhammadiyah setidaknya wajib punya trilogi karakter dakwah dalam dirinya.

Menurut KH. Kusno, salah satu sifat Muhammadiyah adalah bekerjasama dan membantu pemerintah dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut  dakwah pencerahan Muhammadiyah harus mengandung trilogi dasar.

Pertama adalah pembebasan. “Umat jangan pernah hanya dijadikan obyek dakwah yang bergantung pada dainya,” ujar pria asal Lamongan ini. Menanamkan sifat paternalistik berlebihan bukanlah ciri warga Muhammadiyah dalam berdakwah. Figur teladan utama itu cukup Rasulullah saw sehingga tidak muncul sikap apa kata tokoh agamanya.

Menurutnya, wujud kesungguhan Muhammadiyah untuk membebaskan umat manusia agar tidak terbelenggu bisa dilihat dalam syair Mars Sang Surya. “Allahu robbi Muhammad Nabiyyi,” jelas KH. Kusno.

Sifat kedua adalah memberdayakan sebagai karakter setiap kegiatan dakwah Muhammadiyah. Warga Muhammadiyah dalam berdakwah tidak melihat kelemahan yang ada sebagai titik untuk semakin lemah, tetapi dijadikan potensi dan peluang untuk berkiprah. “Dalam Muhammadiyah tidak dikenal orang yang berusaha mencari kelemahan orang untuk dinistakan,” tegas KH. Kusno. Tapi menurutnya lebih pada perbaikan, kesempurnaan dan kemajuan. Termasuk kritik Muhammadiyah pada pemerintah merupakan bentuk untuk menyempurnakan dan memperbaiki kinerja.

Sifat terakhir adalah berkemajuan.  Obsesi dan orientasi gerakan Muhammadiyah adalah percontohan, menjadi yang terdepan yang  akan diikuti oleh orang-orang yang datang setelah kita. Apapun yang dilakukan dalam dakwah Muhammadiyah memberikan pelayanan pada masyarakat adalah dalam bingkai memberikan keteladanan. “Siapa yang memberi contoh yang baik ketika diikuti orang berikutnya dia akan memperoleh pahala yang berlimpah,” pungkas KH. Kusno. ● maghfur