Diskusi Di Cafe Gumitir, AMM dan PDM Jember Cari Solusi Permasalahan

Dari kiri, Ketua IPM Jember Sobri Maulid Dani, Wakil Ketua PDM JemberBapak Samanan MKPd dan Ketua PDM Jember KH. Kusno, MPdI dalam acara Pembinaan Ortom Muhammadiyah Jember di Cafe Gumitir
Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Jember yang terdiri dari Hizbul Wathan, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) pada Ahad (12/3/2017) kemarin berkumpul di Cafe Gumitir Jl. Raya Banyuwangi KM 39 Jember.


Mereka hadir bukan hanya untuk menikmati pemandangan alam dan suasana sejuk usaha milik PTPN XII saja, tapi mereka adalah peserta Pembinaan Ortom Muhammadiyah Se Kabupaten Jember yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember.


Acara yang dikemas dalam bentuk Diskusi Problematika Ortom Muhammadiyah dan Pemecahannya ini diikuti oleh para pimpinan Ortom di tingkat daerah serta cabang seluruh Jember.


Tampak hadir dalam kegiatan diskusi tersebut Ketua PDM Jember, KH. Kusno, MPd.I, Wakil Ketua PDM Jember yang membidangi pembinaan ortom dan kader  Bapak Samanan, MKPd, dan Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) PDM Jember, M. Zaenal Mahfud, SPd. bersama jajaran anggota MPK.


KH. Kusno, MPd.I dalam pengarahannya mengatakan urgensi konsolidasi ideologi dan organisasi di internal Persyarikatan Muhammadiyah, dalam hal ini termasuk ortom-ortomnya. Hal ini perlu dilakukan agar identitas organisasi dapat difahami dengan benar, ditetapi sebagai ruh gerak langkah setiap insan Muhammadiyah dimanapun dan apapun jabatannya.


“Bagi kader  yang berada di ortom dan angkatan muda Muhammadiyah, identitas Muhammadiyah sebagai gerakan islam, gerakan dakwah amar makruf nahi munkar dan gerakan tajdid, harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari hari,” tegas pria asal Lamongan ini.


PDM menurut KH. Kusno juga berkewajiban untuk mewariskan kaifiyah ber-Muhammadiyah yang baik dan benar kepada kader kader muda yang akan melanjutkan dan menyempurnakan estafet perjuangan. KH. Kusno juga mengingatkan kepada kader yang hadir agar memahami spirit Muhammadiyah yang dicontohkan pendirinya, KH. Ahmad Dahlan, yaitu pergerakan, amal shalih, keilmuan, amar makruf nahi mungkar, serta berkemajuan.


Sementara itu Wakil Ketua PDM Jember, Samanan MKPd menyatakan, kegiatan pembinaan ortom ini dimaksudkan untuk meng-inventarisasi permasalahan yang dihadapi ortom dan mencari solusinya sehingga peran dan fungsi ortom dapat berjalan optimal lagi. Selain itu juga kegiatan seperti ini menjadi embrio pengkaderan sehingga dapat dibentuk formulasi yang tepat dan berkesinambungan dalam menghadapi semua kendala dan hambatan.


"Di forum ini ,semua ortom harus blak-blak an, ungkapkan apa yang jadi kendala, atau hambatan dalam menjalankan organisasinya. Jika ada kita buat pemecahannya. Syukur, kalau tidak ada," ujar pria asli Watukebo ini agak berkelakar.


Diskusi yang berlangsung sejak pukul 9 pagi hingga 12 siang ini merumuskan hasil bahwa secara umum ortom Muhammadiyah di Jember telah berjalan baik sesuai ketentuan masing masing, hanya saja masih ada kendala yang perlu dijembatani PDM dalam penyelenggaraan kegiatan di lapangan.

Juga diperoleh kesepakatan bahwa MPK bersama Ortom serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) akan melaksanakan Baitul Arqom Ortom Terpadu, TOT Ortom, dan Baitul Arqom AUM pada bulan April mendatang.

foto & laporan : farin, rosi, kus