Ahad Pagi PDM Jember Ajak Warga Muhammadiyah Berinteraksi Dengan Al-Qur'an

kh-kusno-sambutan-ahad-pagi
Ketua PDM Jember KH. Kusno, MPd.I Dalam Sambutannya di Ahad Pagi PDM
Dihadiri ratusan warga Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember kembali mengadakan Pengajian Ahad Pagi (PAP) yang rutin dilaksanakan setiap Ahad minggu kedua setiap bulan di halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Jember Jl. Bondoyudo 7 Jember. Pada Ahad (12/3/2017) kali ini ustadz Munahar, MPdI anggota Majlis Tabligh Divisi Manajemen TPQ PWM Jatim dihadirkan sebagai penceramah.

PAP kali ini dihadiri unsur pimpinan PDM Jember diantaranya Ketua PDM KH. Kusno MPdI, Wakil Ketua PDM Dr. Aminullah El Hadiy, MA, Drs. Ali Fauzi dan Joko Purwanto, MH.

KH.Kusno dalam sambutannya memberikan semangat kepada warga Muhammadiyah yang hadir agar terus memegang spirit ber-Muhammadiyah.
Beliau mengingatkan jangan sampai warga Muhammadiyah kalah dengan kegiatan gereja di sebelah kantor PDM yang juga dilakukan pada hari Ahad.

"Ber-Muhammadiyahlah dengan gembira dan selalulah gembira ber-Muhammadiyah," seru KH. Kusno. Tak lupa pula beliau mengingatkan warga Muhammadiyah juga harus selalu istiqomah dalam ber-fastabiqul khoirot, karena sejatinya setiap agama mendorong penganutnya untuk berkompetisi mempromosikan ajaran agamanya.

Sementara, dalam tausyiyahnya ustadz Munahar membahas tentang bagaimana sebuah bangsa maju dan cerdas warganya dengan cara berinteraksi dengan al-Qur'an. Ustadz Munahar sempat membaca sebuah buku berjudul Menguak Rahasia Cara Belajar Kaum Yahudi. Di buku tersebut ujar pria asal Surabaya ini, ada kebiasaan dan budaya kaum Yahudi yang selalu dilakukan secara turun termurun dalam rangka menguatkan kecerdasan otak anak dan keturunan mereka.

Semua metode kaum Yahudi yang disebutkan dalam buku itu ternyata merujuk pada kitab Taurat. Seharusnya, menurut Direktur LPTPQMU Kota Surabaya ini, sebagai umat Islam kita harus bisa lebih baik dan cerdas dari apa yang biasa dilakukan oleh kaum Yahudi. Logikanya adalah, Kitab Taurat yang turun lewat Nabi Musa kemudian disempurnakan dengan datangnya Injil yang dibawa oleh Nabi Isa. Dan Injil disempurnakan dengan turunnya al-Qur'an sebagai wahyu terakhir yang dibawa oleh Rasulullah saw.

Berangkat dari logika tersebut, sudah saatnya semua umat Islam itu kembali berinteraksi dengan al-Qur'an. Insya Allah, nantinya kecerdasan anak keturunan orang Islam bisa tercapai.

Oleh karenanya ustadz Munahar mengajak jamaah pengajian untuk membiasakan diri dan keluarga untuk semakin mengakrabi al-Quran. "Semakin akrab kita berinteraksi dengan al-Qur'an, semakin mudah kita dalam memperoleh kecerdasan, baik kecerdasan intelektual, emosional dan juga spiritualnya," pungkas pria yang juga anggota PDM Kota Surabaya ini.

Dalam pengajian yang berakhir pukul 07.30 ini terkumpul infaq dari jamaah pengajian sebesar Rp. 1.300.000

foto & laporan : maghfur