Pidato Ketua PDM, 3 Arus Utama Yang Harus Dihadapi Warga Persyarikatan

Pidato ustadz kusno ketua pdm muhammadiyah jember
Pidato ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember mengingatkan tentang pentingnya 3 arus utama yang harus dihadapi oleh warga persyarikatan. Photo, Ust. H. Kusno ketua PDM Jember bersama Direktur LazisMU Jember, abdul khamil, lazismujember.org
Kesempatan pada Pengajian Ahad Pagi (PAP) Ahad, 11 September 2016 kali ini sedikit berbeda dengan yang biasanya. Hal ini dikarenakan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, Ustadz H. Kusno, M.PdI menyampaikan pidato iftitah yang berisi dinamika Persyarikatan Muhammadiyah kabupaten Jember dalam waktu kekinian.

Dalam pidatonya, ustadz Kusno, setidaknya menyampaikan 3 arus utama yang dihadapi Muhammadiyah Jember saat ini.

Pertama, Tantangan Dakwah Muhammadiyah

Tantangan gerakan dakwah Islam amar makruf Muhammadiyah Jember menurut beliau semakin tidak ringan, maka dalam menghadapi ini diperlukan soliditas.

Salah satunya adalah pemahaman warga Muhammadiyah dalam aspek faham agama. Pondasi aspek faham agama itu sendiri menjadi ranah Majlis Tarjih dan Tajdid (MTT). Kedepan, MTT diharapkan mampu bersinergi dengan majelis dan lembaga lain.

Selain tentunya, memperkuat pondasi pemahaman agama menurut sebagaimana cara pandang Muhammadiyah, juga menurutnya, perlu untuk memaksimalkan peran Majlis Tabligh sebagai corong dakwah Muhammadiyah di masyarakat, sehingga dakwah itu bersifat agresif dan progresif.

“Hegemoni sosial itu mendorong kita untuk menjadi yang mempengaruhi bukan yang dipengaruhi,” terang ustadz H. Kusno.

Kedua, Peran ekonomi keummatan

Sebagai ketua PDM, ustadz Kusno menjabarkan bahwa Muhammadiyah harus berperan dalam ekonomi ummat karena potensi yang dimiliki Muhammadiyah dan warganya. Potensi ekonomi keummatan harus digemakan lagi oleh segenap warga persyarikatan.

Seperti halnya laporan LazisMU Jember dalam Idul Qurban 1437 H tahun ini, dari 134 titik qurban yang ada di seluruh kabupaten Jember mencapai angka hampir 4.5 Milyar rupiah.

Bisa dibayangkan jika semua terinventarisasi dengan baik selain 134 titik yang terdata tersebut, akan menjadi potensi luar biasa bagi ekonomi umat diluar persyarikatan.

Apalagi jika potensi ekonomi yang terinventarisir oleh LazisMu tersebut dapat bersinergi dengan dengan Majelis Pelayanan Sosial dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat, maupun Majelis Tabligh.

Sinergisitas tersebut akan mempermudah tercapainya tujuan Muhammadiyah dalam mewujudkan Masyarakat Islam yang sebnar-benarnya.

Ketiga, Berprinsip Memperbanyak Kawan

Terakhir, Ketua PDM berpesan bahwa banyaknya pemberitaan ditulis dalam media massa seolah-olah ada konflik dalam persyarikatan, beliau menyatakan bahwa warga Muhammadiyah wajib menyikapinya dengan sikap dewasa dan tidak berlebihan.

Kita tidak boleh hanyut dengan opini dan politik media massa. Dalam menyikapi berbagai permasalahan, Muhammadiyah telah mengambil langkah dengan menggerakkan Amal Usaha (AUM) dan Majelis terkait.

“Kita tidak perlu ikut-ikutan panas, tidak saling menyalahkan, dan harus dihadapi dengan cara arif,” ujar pria asli Lamongan ini.

Komunikasi intens dan arif akan selalu dilakukan oleh PDM Jember dengan berbagai pihak dan beliau yakin hal ini akan mampu meredam dan solusi terhadap berbagai masalah.

Serta, Muhammadiyah memiliki prinsip memperbanyak kawan dan tidak akan menjadikan pihak lain sebagai musuh yang harus dihadapi. Allahu a'lam.

liputan Maghfur EM