Hidup Berkemajuan: Penonton Menjadi Pemain

Hidup berkemajuan
Hidup berkemajuan
Pidato ilmiah yang disampaikan seorang profesor diruang sangat formal bisa kita baca lewat media sosial, menjadi biasa tidak berarti dan menjadi basi seiring berjalannya waktu dalam hitungan menit. Ceramah yang disampaikan seorang ustadz, dai, mubaligh ditempat yang paling sakral bisa kita nikmati melalui media digital, menjadi biasa tidak berarti dan menjadi basi seiring berjalannya waktu dalam hitungan menit.

Pelajaran yang diberikan guru dibangku sekolah hampir semua bisa diperoleh oleh siswa diinternet. Kuliah yang diberikan dosen, bisa jadi sudah dipahami terlebih dahulu oleh mahasiswa sebelum perkuliaham diberikan.

Ada lompatan besar yang diberikan teknologi informasi saat ini. Kalau dulu proses mendapatkan pengetahuan memerlukan proses yang sulit dan sangat lama dengan berkembangnya teknologi informasi maka menjadi mudah dan cepat. Kalau dulu kita mencari, saat ini disuguhi. Dulu transaksi ditoko dalam arti sebenarnya, saat ini toko online.

Kalau dulu membaca buku  melalui perpustakaan sesungguhnya, saat ini perpustakaan online. Kalau dulu kita mendengarkan pengajian disesuaikan dengan tema yang diberikan panitia, saat ini kita mencari jawaban sesuai dengan tema yang kita butuhkan. Pengajian konvensional menjadi tidak menarik. Kalau dulu kita memperoleh berita melalui koran, saat ini melalui berita online, sehingga koran, majalah tidak laku lagi.

Wajar toko buku tidak selaku dulu lagi, perpustakaan sepi, transaksi tidak dilakukan di pasar. Bisa jadi ketika dunia kerja tidak memerlukan ijazah lagi maka belajar tidak dilakukan disekolah lagi, cukup dilakukan dengan mempelajari sumber-sumber yang tersedia secara online, lebih lanjut untuk mendalaminya mencari jasa praktisi yang informasinya bisa didapat secara online, bisa dipastikan suatu saat guru menjadi tidak laku lagi. Tidak hanya guru tapi beberapa profesi lain juga sama tidak lakunya.

Tentu kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Kita harus ikut kemajuan jaman. Pengusaha surat kabar sudah memulainya. Kini berita tidak hanya diterbitkan manual dikoran atau surat kabar, tetapi sudah disertai diterbitkan secara online, sehingga saat ini kita mengenal jawa pos online, suara merdeka online, tribune news online, Suara Muhammadiyah Online dan seterusnya. Pedagang juga sudah mulai beralih dari transaksi manual di toko, warung, minimarket, supermarket menjadi bukalapak.com, traveloka, alibaba dan seterusnya.

Transaksi keuangan juga tidak perlu lagi datang langsung ke bank, tapi sudah ada SMS Banking. Tanya jawab agama juga sudah banyak organisasi keagamaan yang membuat medianya secara online, sehingga saat ini masalahnya terjadi saat ini juga bisa langsung ditanyakan dan saat ini juga kita bisa memperoleh jawabannya. Bisa jadi suatu saat pesantren juga berubah menjadi online.

Dari awal kemunculan internet banyak orang yang sinis. Tidak mungkin internet bisa menggantikan perpustakaan. Kenyataannya lebih lengkap koleksi buku di internet dibanding dengan perpustakaan konvensional. Bagaimana bisa belajar fisika secara tuntas diinternet. Kenyataannya diinternet ada bukunya, ada simulasinya bahkan ada produk yang dihasilkan oleh masing-masing rumus.

Sudah saatnya kita tidak lagi memandang media online sebelah mata harus mulai serius. Sudah saatnya kita tidak lagi menjadi menjadi konsumen didunia online tetapi menjadi produsen. Andai guru tidak lagi laku disekolahan, tapi punya keahlian yang dapat menjadi rujukan bagi pembelajar. Pengetahuan yang berasal dari media online tidak hanya bacaan sesaat dan cepat basi, tetapi untuk kita terapkan dimasyarakat untuk konten-konten yang berguna.

Konten ideologi Muhammadiyah harus mengisi setiap halaman internet, Agar ideologi muhammadiyah tetap dipahami sebagaimana mestinya, warga muhammadiyah tidak terombang-ambing oleh konten ideologi lain.

Tentu saja moral, etika dan akhlak tidak bisa dipelajari di internet. Dan disinilah peran Muhammadiyah secara nyata harus hadir.(*)


ditulis oleh :
Amri Gunasti, ST., MT
Staf Pengajar Universitas Muhammadiyah Jember

Post A Comment

ADVERTISEMENTS